Jokowi Geber Proyek Tol, Kubu Prabowo-Sandi Sibuk Kritik

Jakarta
- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggeber aneka proyek infrastruktur hingga
memasuki tahun ke-5 masa jabatannya. Salah satu proyek infrastruktur yang
menyedot perhatian adalah jalan tol.
Tol
yang dibangun antara lain Tol Trans Jawa, Tol Trans Sumatera, Tol
Manado-Bitung, Tol Balikpapan-Samarinda. Kemudian Tol Bekasi-Cawang-Kampung
Melayu (Becakayu) dan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) layang.
Selain
menuai pujian karena mampu membuat terobosan infrastruktur, proyek tol Jokowi
juga dikritik kubu capres cawapres 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Dalam
sebuah diskusi di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Kebayoran
Baru, Jakarta Selatan, Rabu (6/2/2019), juru bicara Badan Pemenangan Nasional
(BPN) Prabowo-Sandiaga, Suhendra Ratu Prawiranegara mengatakan berdasarkan
Perpres Nomor 75 Tahun 2014 tentang Percepatan Penyediaan Infrastruktur
Prioritas, ada berbagai sub-bidang infrastruktur, yang meliputi transportasi,
jalan, pengelolaan air minum dan air bersih, bidang persampahan, energi, serta
telekomunikasi.
"Nah
ini terbagi lagi. Misalnya di bidang jalan, infrastrukturnya pembangunan jalan
tol dan jalan bukan tol, jalan nasional dan lain-lainnya. Kemudian tentang
transportasi, ada tentang airport, bandara, ada tentang pelabuhan dan
lain-lain. Jadi infrastruktur tidak hanya jalan tol. Sementara yang selalu
dibanggakan adalah jalan tol," ujar Suhendra.
Suhendra
mengatakan pemerintahan Prabowo-Sandi jika terpilih nanti tidak hanya akan
fokus pada pembangunan jalan tol, tetapi juga infrastruktur publik lain.
"Ya,
infrastruktur publik yang katakanlah menyentuh langsung tentang hajat hidup,
misalnya tadi, tentang air. Air bersih kita krisis, kita akan fokus ke sana.
Kemudian yang kedua tentang persampahan, itu kan sudah menjadi persoalan yang
rumit juga. Bagaimana infrastruktur tentang persampahan? Masih sangat
minim," tutur Suhendra.
Sebelumnya
anggota dewan pengarah BPN Prabowo Sandi, Fadli Zon, menyebut jika masyarakat
Indonesia tak bisa makan infrastruktur. Pasalnya di pemerintahan Jokowi daya
beli masyarakat menurun dan harga kebutuhan bahan pokok semakin mahal, namun
Jokowi hanya fokus pada sektor infrastruktur.
Menurut
tim sukses Prabowo Sandi pembangunan infrastruktur yang dilakukan Jokowi tak
mampu menggenjot pertumbuhan ekonomi.
Hal
tersebut karena pembangunan infrastruktur Jokowi dinilai berlebihan, investasi
yang besar tidak maksimal sehingga pertumbuhan yang diharapkan naik tak mampu
mendorong, justru terus menurun.
Karena
itu, pembangunan infrastruktur tak bisa dijadikan sebagai salah satu upaya
meningkatkan perekonomian. Investasi harus seimbang misal untuk infrastruktur
dan sektor produktif seperti alat-alat industri. [detik.com]
0 Response to "Jokowi Geber Proyek Tol, Kubu Prabowo-Sandi Sibuk Kritik"
Post a Comment