Mahasiswa Akan Gabung dengan Buruh Demo di Istana

Jakarta,
-- Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) bakal melakukan
aksi demonstrasi menolak pengesahan Undang-undang Omnibus Law Ciptaker (UU
Ciptaker) di depan Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (8/10) besok.
Aksi
yang rencananya dimulai pukul 10.00 WIB ini bakal diikuti mahasiswa dari 300
universitas, baik dari Jabodetabek hingga wilayah lain seperti Kalimantan,
Sumatera, hingga Sulawesi.
"Kami
kemarin baru saja konsolidasi nasional, dan semua wilayah sudah menyatakan
tanggal 7 Oktober ini bakal turun di wilayah, kecuali Jabodetabek. Besok
tanggal 8 Oktober akan kedatangan dari Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, merapat
semua ke istana," kata Koordinator Media Aliansi BEM SI Andi Khiyarullah
saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (7/10).
Andi
menyebut tuntutan mereka masih sama, yakni mendesak Presiden Joko Widodo
menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) terkait
pencabutan UU Ciptaker.
Ia
mengatakan mahasiswa bakal menyuarakan penolakan UU Ciptaker yang dinilai tidak
berpihak kepada rakyat, sekaligus menggemparkan mosi tidak percaya kepada
pemerintah dan DPR.
"Fokus
kita adalah bagaimana membuat Presiden Jokowi dalam membuat Perppu,"
lanjutnya.
Kendati
demikian, Andi belum bisa memastikan berapa total mahasiswa yang akan bergabung
dalam aksi itu. Namun ia memastikan aksi itu akan diikuti ratusan perguruan
tinggi negeri dan swasta.
"Sementara
sampai saat ini kami masih rekap data dari kehadiran mahasiswa baik PTN dan
PTS," jelas Andi.
Dihubungi
terpisah, Koordinator Pusat Aliansi BEM SI Remy Hastian menyebut aksi ini sudah
dipersiapkan jauh hari dan sudah mengajukan perizinan untuk aksi turun jalan
kepada aparat keamanan.
"Di
dalam aksi massa ini hanya sekadar pemberitahuan yang sudah kita kirim ke teman
Polda, dan nantinya mungkin membantu kita mengamankan keadaan di
lapangan," kata Remy.
Terkait
teknis di lapangan, Remy mengaku sudah mewanti-wanti mahasiswa untuk melakukan
aksi damai dan tetap memperhatikan protokol kesehatan covid-19 di tengah pandemi.
"Narasi
kita membawa aksi damai, tapi kita tidak bisa memastikan keadaan di lapangan,
karena dinamika itu pasti ada," kata Remy.
"Kita
juga sudah siapkan paramedis karena kondisinya di tengah pandemi seperti
ini," imbuhnya.
Remy
pun mengaku tak gentar untuk tetap mengikuti aksi meski ada Surat Telegram
Rahasia (STR) dari Mabes Polri yang melarang unjuk rasa buruh pada 6-8 Oktober
mendatang. Dalam STR itu aparat kepolisian diminta tidak ragu-ragu dalam
mengambil tindakan di lapangan.
Polisi
juga menyiagakan sebanyak 9.236 personel gabungan untuk menjaga sejumlah lokasi
demi mengantisipasi aksi demonstrasi menolak UU Ciptaker di ibu kota.
"Kami
menganggap aparat bukan lawan kami, karena mandatnya menjalankan keamanan dalam
aksi. Hanya yang jelas kami memperhatikan betul mereka-mereka itu kan disumpah
untuk melindungi negara, karena itu kami ingin mengetuk pintu hati aparat bahwa
suara yang kami bawa turun ke jalan adalah suara hati nurani dari rakyat itu
sendiri," ungkapnya.
Tak
hanya mahasiswa, Konfederasi Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) rencananya
bakal mengalihkan titik aksi unjuk rasa ke Istana Negara. Sebab, DPR saat ini
tengah menjalani masa reses usai pengesahan UU Omnibus Law Ciptaker 5 Oktober
lalu.
Ketua
KASBI Nining Elitos sendiri mengaku masih melakukan konsolidasi untuk
menentukan tempat menggelar aksi apakah akan digelar di depan Gedung DPR atau
di depan Istana Negara.
"Iya
aksi (meski ada larangan), (tempat) nanti akan dikabarin lagi,"kata Nining
kepada CNNIndonesia.com.
Sebelum
aksi besok, ia menyebut massa buruh dari KASBI tetap melakukan aksi di berbagai
daerah untuk menyuarakan penolakan terhadap UU Omnibus Law Ciptaker.
"Pagi
masih di depan pabrik setelah itu baru terpusat di daerah masing-masing,"
ucap dia.
Dihubungi
terpisah, Wakil Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI)
Jumisih, juga menyatakan hal serupa. Massa buruh akan tetap menggelar aksi pada
8 Oktober di depan Gedung DPR.
"Hari
ini kami masih di wilayah-wilayah. Besok baru ke pusat kekuasaan. Rencana akan
ke DPR. Kalau ada perubahan akan kami infokan," kata Jumisih.
Sejumlah
serikat buruh di berbagai wilayah mengancam aksi mogok nasional buntut
pengesahan UU Ciptaker. Aksi di sejumlah daerah sempat berujung ricuh.
Kapolri
sendiri telah menerbitkan surat kepada jajarannya agar melarang kegiatan demo
buruh pada 6-8 Oktober 2020.
Dalam
surat tersebut memuat perintah agar polisi dapat bertindak mencegah demonstrasi
buruh selama pandemi covid-19.
Sumber
: CNN Indonesia
0 Response to "Mahasiswa Akan Gabung dengan Buruh Demo di Istana"
Post a Comment