Instalasi Batu Pengganti Getah Getih Habiskan Rp 150 Juta

Pemprov
DKI Jakarta kembali menempatkan instalasi di Bundaran HI setelah membongkar
seni dari bambu yang dinamakan Getah Getih. Instalasi batu bernama Gabion itu
menghabiskan anggaran APBD DKI Jakarta sekitar Rp 150 juta.
"Bukan,
bukan (dari CSR BUMD), APBD Dinas Kehutanan," kata Kepala Dinas Kehutanan
Provinsi DKI Jakarta, Suzi Marsitawati, Rabu (21/8).
Instalasi
Gabion itu tak melibatkan seniman sebagaimana Getah Getih. Gabion ini
direncanakan Dinas Kehutanan, pemasangan juga langsung dari dinas. Terkait daya
tahan instalasi ini, Suzi memastikan bertahan lama.
"Ya
lama lah, dari batu gitu," ujarnya.
"Ya
bisa (dua tahun). Tergantung sampai ada yang menggantikan. Kan itu sifatnya
dekoratif," sambungnya.
Suzi
menerangkan, ornamen kota bersifat dinamis sehingga bisa diganti. Jika ada
instalasi yang lebih menarik dan untuk menghindari kebosanan bagi warga,
biasanya akan diganti.
"Namanya
instalasi bisa berganti-ganti. Tiap ornamen kota itu berganti-ganti, dinamis
sifatnya. Tergantung Dinas Kehutanan mau ganti atau enggak. Misalkan ada yang
lebih bagus, lebih menarik, supaya warga enggak bosen kan," kata Suzi.
Dipilihnya
batu agar terlihat natural. Gabion itu juga menggambarkan tiga elemen; tanah,
air, udara dan bertujuan untuk menyelaraskan lingkungan.
"Kita
mengambil supaya natural masuk ke dalam kota. Kemudian tiga pilar karena tanah,
air, udara untuk penyelarasan lingkungan. Di bawahnya kita kasih tanaman
sebagai contoh bebas polusi. Sansivieira, bougenville, palem kol, tapak dara,
lolipop, alang-alang sebaga estetika," pungkasnya. [Merdeka.com]
0 Response to "Instalasi Batu Pengganti Getah Getih Habiskan Rp 150 Juta"
Post a Comment