Tim Prabowo Singgung Peresmian Tol Dekat Pilpres jadi Bukti Curang

Jakarta
- Tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyingung soal peresmian jalan tol
terpanjang Indonesia saat memaparkan kecurangan pada Pilpres terkait program
pemerintahan Jokowi. Bagaimana ceritanya?
Awalnya,
Tim Hukum Prabowo yang diwakili Bambang Widjojanto (BW) memaparkan penjelasan
mengenai kecurangan yang dilakukan oleh Jokowi terkait kenaikan gaji PNS dan
pencairan THR yang dilakukan jelang pencoblosan Pilpres.
"Bahkan
dalam salah satu kesempatan di awal Maret 2019, presiden petahana Jokowi
menjanjikan bukan hanya pembayaran rapelan gaji PNS, tapi juga yang dibayarkan
pada awal April menjelang hari pencoblosan adalah pembayaran gaji ke-13 dan
ke-14," ujar BW dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK), Jl Medan Merdeka
Barat, Jakarta Pusat, Jumat (14/6/2019).
BW
mengatakan, langkah yang dilakukan oleh Jokowi selaku Capres petahana tersebut
merupakan kebijakan yang dapat mempengaruhi pemenangan Pilpres. Hal itu, kata
BW, juga diakui oleh Jokowi baik secara langsung maupun tak langsung.
"Hal
demikian diakui secara langsung maupun tidak langsung oleh presiden Jokowi pada
akhir 2018, di mana Beliau mengakui bahwa pilihan momentum kebijakannya
dipengaruhi oleh perhelatan dan upaya memenangkan Pilpres, meskipun berbicara
dalam konteks pembangunan," katanya.
Untuk
menguatkan pernyataannya, BW lantas mengutip perkataan Jokowi terkait jalan tol
Bakauheni-Palembang yang menginginkan agar bisa segera diresmikan sebelum bulan
April, atau sebelum masa pencoblosan Pilpres.
"Ini
dikatakan 'Jangan Mei atau Juni, saya minta April. Kenapa April? Tahu kan? Saya
minta Bakauheni ke Palembang April selesai. Bukan untuk apa-apa, ini pikirannya
pasti beda. Supaya kita bisa pakai untuk Lebaran.' Itu kira-kira berbagai
pernyataannya," jelas BW. [detik.com]
0 Response to "Tim Prabowo Singgung Peresmian Tol Dekat Pilpres jadi Bukti Curang"
Post a Comment