Wartawan Dilarang Rekam Pidato Prabowo, Panitia: Jangan Jadi Mata-mata

Jakarta,
- Calon Presiden Prabowo Subianto menggelar konsolidasi bersama relawannya
untuk mengawal suara pemenangan di Padepokan TMII, Jakarta Timur, Rabu (24/4).
Acara
digelar pukul 13.00 WIB, dibuka oleh pidato Dewan Penasihat BPN Amien Rais,
dilanjut oleh sambutan Ketua Umum BPN Djoko Santoso.
Wartawan dan relawan dilarang
merekam pidato Prabowo
Ketika
Amien Rais dan Djoko Santoso memberi sambutannya, wartawan masih bisa merekam,
namun ketika Prabowo akan memberikan sambutannya, panitia melarang wartawan
bahkan relawannya untuk merekam pidato Calon Presiden Prabowo Subianto.
“Jangan
ada yang merekam, tolong pengamanan jika terlihat ada yang foto, video,
merekam, ambil hp-nya, termasuk wartawan,” kata panitia di atas panggung.
'Jangan jadi mata-mata di
sini!'
Intruksi
tersebut pun diterima dengan sigap oleh semua relawan, sebagai reporter di
lapangan, IDN Times pun sempat beberapa kali ditegur oleh relawan untuk tidak
memegang ponsel.
“Mas
masukin itu hp-nya, jangan jadi mata-mata di sini,” kata seorang wanita berbaju
khas 08 Brigade.
Diduga terjadi pemukulan
Prabowo
pun naik panggung, semua relawan ramai meneriaki Prabowo presiden. Di tengah
pidatonya yang ‘panas’, dari ujung tribun terlihat kerumunan relawan sedang
mengepung seseorang.
Prabowo
pun sempat menghentikan pidatonya, ia lantas bertanya “Kenapa?”. Seseorang yang
diduga merekam itu lantas digiring keluar Padepokan. Sempat beberapa kali orang
itu dipukul oleh relawan. “Hei.. jangan pukul-pukul,” kata Prabowo.
Suasana
pun makin panas, Prabowo tetap melanjutkan pidatonya. “Saya tidak takut
diintelin,” katanya disambut riuh pendukung. [IDN Times]
Orang kampung rejeki kota, tenar sedunia....cobba itu Indonesia!!! Orang2 dulu gak segitunya kecuali Ir. Soekarno Bapak Bangsa. Meskipun dia sedikit melakukan kekeliruan dg proyek nasakom, tapi secara jentelmenbdia akui kesalahannya, dan dia bertanggung jawab menderita dikucilkan dan dibunuh pelan2 oleh Soeharto.
ReplyDeleteOrang kampung rejeki kota, tenar sedunia....cobba itu Indonesia!!! Orang2 dulu gak segitunya kecuali Ir. Soekarno Bapak Bangsa. Meskipun dia sedikit melakukan kekeliruan dg proyek nasakom, tapi secara jentelmenbdia akui kesalahannya, dan dia bertanggung jawab menderita dikucilkan dan dibunuh pelan2 oleh Soeharto.
ReplyDelete