Terbongkar! KawalPemilu. Temukan Beberapa Foto C1 Palsu Gelembungkan Suara 02

Lembaga
pemantau Pemilu 2019 KawalPemilu (kawalpemilu.org) membeberkan adanya indikasi
perusakan data pemilu. Indikasi tersebut dibuktikan dengan adanya sejumlah foto
C1 palsu yang diunggah ke server KawalPemilu.
“Jadi
kita sudah menemukan ada beberapa (C1 palsu). Nah ada sebanyak apa, kita rasa
itu tidak banyak. Namun setidaknya kita sudah menemukan ada upaya-upaya
(pemalsuan),” kata penggagas KawalPemilu, Elina Ciptadi, saat dihubungi
kumparan, Sabtu (20/4).
KawalPemilu
sendiri merupakan lembaga independen yang kini tengah melaksanakan real count.
Namun, kini proses penghitungan menjadi terganggu lantaran banyaknya C1 palsu
yang menggelembungkan salah satu paslon.
Elina
menjelaskan, salah satu contoh C1 palsu
yang telah timnya temukan ada di TPS 013, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur. Di C1
palsu tersebut, pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno menang
dengan perolehan 501 suara.
“Padahal
1 TPS kan (secara aturan) tidak boleh lebih dari 300 orang. Itu sudah ditandai
sampai jumlah suara perolehan suara masing-masing paslon tidak lebih dari 300.
Jadi maksudnya di kolom-kolom hitung jerami itu aja kalau kolom perolehan suara
tidak mungkin lebih dari 300. Tapi ini ada yang sampai di bawahnya ada
dibikinin sendiri,” jelas Elina.
"Yang
saya lihat di Bangil lebih dari 500 suara ke 02," lanjutnya.


Berdasarkan
hasil scan C1 yang dia berikan, tampak bahwa si pengunggah membubuhkan suara
dengan pulpen di bawah kotak yang telah disediakan. Padahal, berdasarkan PKPU
11 tahun 2018, diatur bahwa satu TPS tak lebih dari 300 orang.
Oleh
sebab itu, kata Elina, pihaknya kini tengah melakukan kroscek terhadap angka
yang dimasukkan dari scan C1. Bersamaan dengan itu, kata dia, pihaknya untuk
sementara waktu menghentikan proses penghitungan.
“Digitize
(digitalisasi) ini untuk sementara kita hentikan, kemudian kita sisir ulang. Memastikan
data kita bersih,” sambungnya.
Sistem
unggah C1 di KawalPemilu sendiri bisa dilakukan oleh semua orang. Syaratnya
dengan login melalui akun Facebook.
Nantinya, akan ada ratusan moderator KawalPemilu yang memvalidasi hasil scan
tersebut.


Elina
pun tak memungkiri jika bisa saja ada moderator KawalPemilu yang tak sengaja
memasukkan data dari scan C1 palsu. Meski dia meyakini bahwa sejauh ini proses
filtering yang timnya lakukan sudah sangat ketat.
“Sudah
ada filtering namun tidak lepas dari human error juga. Karena yang melakukan
validasi itu kan juga orang. Kita saling mengecek kerjaan teman. Biasanya satu
orang validasi ada yang salah. Loh ini TPS No 5 diupload ke TPS kan bisa jadi
orangnya salah upload kan. Tapi di approve. Bisa juga orangnya ngantuk sehingga
enggak lihat nomor TPS-nya,” kata dia.
Adapun
data yang sudah masuk di KawalPemilu hingga Sabtu (14/10) pukul 11.10 WIB
mencapai 5,67 persen. Saat ini pula paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga
memperoleh 50,23 persen suara. Sementara pasangan Jokowi-Ma’ruf mencapai 49,77
persen.
Terkait
data itu, Elina menyebut perolehan suara yang tinggi pada Prabowo-Sandi belum
tentu karena C1 palsu yang digelembungkan seperti di Bangil. Namun, kata dia,
itu karena suara masuk lebih dominan dari TPS-TPS yang ada di kantong suara
Prabowo-Sandi.
“Data
kita belum representatif. Saya belum lihat jumlah hasilnya berapa. Tapi
kayaknya berbeda dikit ya. 02 sedikit lebih tinggi. Itu karena coba lihat
persentase yang tercover di masing-masing provinsi, kita dapat banyak sekali
upload-an dari Jabar dan Banten. Semalam saya lihat 12% untuk Banten, Jabar 8
persen,” tutupnya. [kumparan.com]
0 Response to "Terbongkar! KawalPemilu. Temukan Beberapa Foto C1 Palsu Gelembungkan Suara 02"
Post a Comment