.ignielMiddleAds {display:block; margin:10px 0px; padding:0px;}

Jokowi-Ma'ruf Dinilai Berpeluang Besar Menangi Pilpres 2019


Hasil gambar untuk jokowi ma'ruf
Pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dinilai lebih berpeluang memenangkan kontestasi ketimbang paslon 02 Prabowo-Sandi. Pasalnya, petahana bisa membuat program pamungkas untuk menggaet dukungan. Misalnya saja dengan program Kartu Pra Kerja, KIP Kuliah, dan Kartu Sembako Murah.
"Siapa yang lebih mampu dan lebih siap, saya tidak memihak kepada mana pun, yang jelas kemungkinkan incumbent ada peluang lebih besar (menang) dari pada kubu 02," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin di Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Ujang menilai, ketiga kartu tersebut bisa menjadi jurus pamungkas petahana untuk membantah narasi kubu 02 dalam sektor pendidikan, lapangan pekerjaan dan kebutuhan pangan. Namun begitu, efektivitas tiga kartu tersebut tergantung petahana sendiri.
"Karena dalam konteks program incumbet jika dia dikelola dengan baik maka tentu akan ada hasil dampak terhadap elektoral. Begitupun sebaliknya," ujar dia.
Di sisi lain, Ujang berkata Pilpres 2019 merupakan pertarungan ulang dalam Pilpres 2014 dengan gaya yang berbeda. Ia menyebut perbedaan itu terjadi karena kampanye di Pilpres 2019 lebih banyak di lakukan di media sosial. Sementara di Pilpres 2014 cenderung konvensional.
"Sehingga kamapanye hari ini kelihatan gaduh dan sering serang terus," ujarnya.
Juru Bicara TKN Arief Rosyid Hasan meyakini Jokowi-Ma'ruf Amin memenangi Pilpres 2019. Sebab, ia menilai petahana lebih berpengalaman dan memiliki kapasitas menjadi presiden. Hal itu kata dia sudah dibuktikan lewat dua debat capres kemarin.
"Saya kira dua debat terakhir itu semakin membuktikan sebenarnya bahwa kelas 01 dengan 02 bagaikan langit dan sumur bor," ujar Arief.
Sementara itu, Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Faldo Maldini tak mempermasalahkan klaim yang disampaikan TKN hingga segala riset yang ada selama ini. Namun, ia meyakini segala hal itu merupakan pemantik bagi pihaknya untuk bekerja keras di sisa masa kampanye.
"Kita termasuk orang yang menghargai hasil pengamat dan analisis. Bahkan analisis di 01 kami analisis lagi," ujar Faldo.
Pengamat politik CSIS Arya Fernadez menyampaikan ada lima ketidakpastian hingga waktu pencoblosan. Kelima hal itu bisa mempengaruhi hasil Pilpres 2019.
Ketidakpastian pertama, kata Arya, yakni kedua paslon tidak memiliki kepercayaan diri untuk menang. Hal itu berbeda ketika Pilpres 2009 di mana Susilo Bambang Yudhoyono sejak awal meyakini akan menang.
"Kedua, pemilih kita tidak bisa diprediksi," ujar Arya.
Ketidakpastian ketiga, sambung Arya, parpol koalisi tidak sepenuhnya bekerja untuk memenangkan paslon. Ia melihat hanya dua partai yang bekerja keras lantaran sebagai pengusung.
Ketidakpastian keempat, Arya meyebut relawan tidak bekerja secara mandiri. Ia melihat relawan saat ini dibentuk dari atas ke bawah sehingga setiap pergerakannya menunggu arahan.
"Kelima, ketidakpastian dari sisi isu. Kita tidak tahu narasi isu dari kedua kandidat. Isunya isu lama," ujarnya. [okezone.com]

0 Response to "Jokowi-Ma'ruf Dinilai Berpeluang Besar Menangi Pilpres 2019"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel