Kemenkeu: Capres tak sepantasnya olok-olok nama institusi negara
Jakarta - Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi
Kementerian Keuangan Nufransa Wira Sakti mengatakan, seorang calon presiden
tidak sepantasnya mengolok-olok nama sebuah institusi negara.
Hal tersebut disampaikan Nufransa dalam laman media
sosial yang dipantau Antara di Jakarta, Minggu, menanggapi pernyataan Calon
Presiden No.02 Prabowo Subianto yang menyebutkan menteri keuangan sebaiknya
diganti dengan nama menteri pencetak utang.
“Kementerian Keuangan adalah sebuah institusi negara
yang penamaan, tugas dan fungsinya diatur oleh Undang-Undang. Siapapun tidak
sepantasnya melakukan penghinaan atau mengolok-olok nama sebuah institusi
negara yang dilindungi oleh Undang-Undang, apalagi seorang calon presiden”, ujar
Nufransa
Nufransa menuturkan, pengelolaan utang diatur dalam
undang-undang dan pengajuannya harus melalui persetujuan DPR, dibahas secara
mendalam dan teliti. Utang adalah bagian dari pembiayaan yang merupakan bagian
dari kebijakan fiskal dan APBN. Kebijakan fiskal dan APBN adalah alat untuk
menjaga perekonomian dan alat untuk memakmurkan rakyat dan mencapai tujuan
bernegara.
APBN dituangkan dalam Undang-Undang yang merupakan
produk bersama antara pemerintah dan semua partai yang berada di DPR.
Pelaksanaan UU APBN dilaporkan secara transparan dan diaudit oleh lembaga
independen BPK dan dibahas dengan DPR. Semua urusan negara ini ditur oleh
Undang-Undang.
Pengelolaan dan kredibilitas APBN dan utang juga
dinilai oleh lembaga rating dunia yang membandingkan utang dan kualitas
kesehatan keuangan negara secara konsisten. Indonesia termasuk dalam kategori “investment
grade” oleh lembaga rating Moodys, Fitch, S&P, RNI dan Japan Credit Rating
Agency
“Dengan peringkat tersebut adalah salah menyatakan
utang negara sudah dalam stadium lanjut. Yang benar adalah kondisi keuangan
negara dalam keadaan sehat dan bugar. Seharusnya semua calon presiden
menyampaikan informasi yang benar pada rakyat, bukan ucapan menyesatkan dan
bahkan bertujuan menakut-naluri rakyatnya,” kata Nufransa.
Menurutnya, rakyat membutuhkan kontestasi program yang
kredibel, bukan propaganda untuk menciptakan ketakutan dan penyesatan. Itu
menjadi tugas kenegarawanan para elit dan yang mencalonkan menjadi pemimpin
bangsa, yang bertanggung jawab membawa negara dan bangsa Indonesia menjadi
negara maju, adil dan makmur, adil dan dihormati serta disegani didunia.
Ia menambahkan, utang sendiri sudah ada sejak 1946,
dimana pemerintah sudah mengeluarkan surat utang negara yang disebut Pinjaman
Nasional. Dari masa ke masa, setiap pemerintahan akan menggunakan APBN untuk
menyejahterakan rakyat dan menjalankan program pembangunan.
Nufransa menegaskan, ia dan jajaran pegawai di
kementerian keuangan, yang mayoritas adalah generasi milenial, bekerja dan
bertanggung jawab secara profesional dan selalu menjaga integritas.
“Kami bangga menjalankan tugas negara menjaga dan
mengelola APBN dan Keuangan Negara - dari penerimaan, belanja, transfer ke
daerah dan pembiayaan termasuk utang, untuk membangun Indonesia menjadi negara
yang bermartabat. Jangan hina dan cederai profesi kami,” ujar Nufransa.
Sumber : ANTARA News
Selamat datang di situs ternama dan terpercaya di Indonesia
ReplyDeleteMelayani selama 24 Jam Non-Stop dan langsung ditemani oleh operator berpengalaman dengan respon yang cepat.
Menyediakan 8 Jenis game dalam 1 akun yang paling digemari oleh pecinta poker / domino.
*ADU Q
*BANDAR POKER
*BANDAR Q
*CAPSA SUSUN
*DOMINO 99
*POKER ONLINE
*SAKONG
*BANDAR 66 (NEW)
Situs dengan fitur yang sangat cangih dan menarik
* 100% Fairplay Player vs Player. NO ROBOT & ADMIN.
* Bonus berlimpah yang dibagikan setiap harinya kedalam akun ID anda.
* Bonus Referal 15% otomatis langsung masuk ke akun anda.
* Proses Deposit & Withdraw tercepat.
* Deposit & Withdraw didukung oleh 6 bank lokal MANDIRI, BCA, BNI, BRI dan DANAMON.
Contact us :
WA: 0812.2222.996
BBM : PKRVITA1 (HURUF BESAR)
Wechat: pokervitaofficial
Line: vitapoker