.ignielMiddleAds {display:block; margin:10px 0px; padding:0px;}

Prabowo Subianto: Jangan Disebut Lagi Menteri Keuangan, tapi Menteri Pencetak Utang


Prabowo Subianto: Jangan Disebut Lagi Menteri Keuangan, tapi Menteri Pencetak Utang
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto melontarkan kritik keras terkait utang pemerintah yang dinilai sudah tak wajar.
Prabowo Subianto berpandanganm situasi ini tidak bisa dibiarkan carut marut. Menurutnya, kinerja pemerintah sekarang tidak andal dalam mengatasi pertumbuhan ekonomi, sehingga harus berutang ke Bank Dunia.

"Menurut saya, jangan disebut lagi Menteri Keuangan, tapi mungkin Menteri Pencetak Utang. Bangga untuk utang, yang bayar orang lain," ujar Prabowo Subianto saat deklarasi dukungan Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (APTSI) di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur, Sabtu (25/1/2019).
Namun demikian, Prabowo Subianto mengaku tidak jemawa bisa mengubah keadaan secara instan.
"Saya bukan orang sakti yang bisa dengan tongkat 'simsalabim' selesai, tidak bisa. Ibarat penyakit ini stadium lumayan parah. Utang menumpuk terus," sambung Prabowo Subianto.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, batasan aman atau tidaknya besaran utang pemerintah, diatur dalam Undang-undang Keuangan Negara nomor 17/2003.
Disebutkan pada Pasal 12 ayat (3), bahwa defisit anggaran dimaksud dibatasi maksimal 3 persen dari produk Domestik Bruto (PDB). Sedangkan jumlah pinjaman dibatasi maksimal 60 persen dari PDB.
Dengan total utang Rp 4.418,3 triliun, maka rasio utang sebesar 29,98 persen dari total PDB yang berdasarkan data sementara sebesar Rp 14.735,85 triliun. Itu artinya, masih di bawah batas yang ditentukan Undang-Undang Keuangan Negara.
"Debt to GDP ratio sepengetahuan saya, itu 30 persen, enggak tinggi. Tapi kita tidak katakan mau sembrono. Kan enggak juga. Kita harus hati-hati, defisit makin diperkecil. Apakah dengan defisit kemarin Rp 1,7 triliun, itu besar? Apakah itu berarti pemerintah ugal-ugalan? Ya enggak lah," paparnya, di Kompleks Istana, Jakarta Pusat, Rabu (23/1/2019).
"Indonesia sekarang growth di atas 5 persen dan defisitnya di bawah 2 persen. Jadi, tidak relevan statement IMF itu untuk Indonesia, karena berarti kita kan makin hari akan makin menurun," tambah Sri Mulyani.
Sumber : wartakota.tribunnews.com

1 Response to "Prabowo Subianto: Jangan Disebut Lagi Menteri Keuangan, tapi Menteri Pencetak Utang"

  1. Selamat datang di situs ternama dan terpercaya di Indonesia
    Melayani selama 24 Jam Non-Stop dan langsung ditemani oleh operator berpengalaman dengan respon yang cepat.
    Menyediakan 8 Jenis game dalam 1 akun yang paling digemari oleh pecinta poker / domino.

    *ADU Q
    *BANDAR POKER
    *BANDAR Q
    *CAPSA SUSUN
    *DOMINO 99
    *POKER ONLINE
    *SAKONG
    *BANDAR 66 (NEW)

    Situs dengan fitur yang sangat cangih dan menarik

    * 100% Fairplay Player vs Player. NO ROBOT & ADMIN.
    * Bonus berlimpah yang dibagikan setiap harinya kedalam akun ID anda.
    * Bonus Referal 15% otomatis langsung masuk ke akun anda.
    * Proses Deposit & Withdraw tercepat.
    * Deposit & Withdraw didukung oleh 6 bank lokal MANDIRI, BCA, BNI, BRI dan DANAMON.

    Contact us :
    WA: 0812.2222.996
    BBM : PKRVITA1 (HURUF BESAR)
    Wechat: pokervitaofficial
    Line: vitapoker

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel