Disebut Menteri Pencetak Utang Oleh Prabowo, Kemenkeu Sakit Hati
JAKARTA,
- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kecewa atas retorika Prabowo Subianto yang
menyebut menteri mereka sebagai menteri pencetak uang. Itu Prabowo lontarkan
ketika berorasi mengenai utang di depan massa pendukung dari Alumni Perguruan
Tinggi seluruh Indonesia.
"Mungkin
(ganti) menteri pencetak utang. Bangga untuk utang, (tapi) yang suruh bayar
orang lain," ujar Prabowo.
Kepala
Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Nurfransa Wira
Sakti, mengecam retorika itu. Menurutnya, ucapan Prabowo mencederai perasaan
jajaran pegawai Kemenkeu yang juga notabene banyak kaum milenial.
"Apa
yang disampaikan oleh Calon Presiden Prabowo : "Jangan lagi ada penyebutan
Menteri Keuangan (Menkeu), melainkan diganti jadi Menteri Pencetak Utang",
sangat mencederai perasaan kami yang bekerja di Kementerian Keuangan,"
ujar Nurfransa seperti dikutip di akun Facebook-nya (27/01).
"Siapapun
tidak sepantasnya melakukan penghinaan atau mengolok-olok nama sebuah institusi
negara yang dilindungi oleh Undang-Undang, apalagi seorang Calon
Presiden," tegasnya.
Nurfransa
pun menjelaskan mekanisme utang agar meluruskan persepsi Prabowo. Ia
menjelaskan, pengelolaan dan pengajuan utang dilakukan dengan sangat hati-hati
bersama DPR. Kualitas utang dan kesehatan negara juga mendapat nilai baik
berdasarkan standar internasional. Ini membantah ucapan Prabowo yang berkata
utang RI sudah di stadium lanjut.
"Pengelolaan
dan kredibilitas APBN dan utang juga dinilai oleh lembaga rating dunia yang
membandingkan utang dan kualitas kesehatan keuangan negara secara konsisten.
Indonesia termasuk dalam kategori investment grade oleh lembaga rating Moodys,
Fitch, S&P, RNI dan Japan Credit Rating Agency," jelas dia.
Kementerian
Keuangan pun menyindir pernyataan Prabowo sebagai menyesatkan. Menurut
Nurfansa, calon presiden harusnya memberikan informasi yang kredibel.
"Seharusnya
semua calon presiden menyampaikan informasi yang benar pada rakyat, bukan
ucapan menyesatkan dan bahkan bertujuan menakut-naluri rakyatnya," tegas
Nurfransa.
Meski
disindir ucapan Prabowo, pihak Kemenkeu tetap melanjutkan kerja secara
profesional dan menjaga integritas. Yang lebih menariknya lagi, ternyata banyak
pemuda milenial di Kemenkeu.
"Kami
jajaran di Kementerian Keuangan (BUKAN Kementerian Pencetak Utang), yang
mayoritas adalah generasi milenial - bekerja dan bertanggung jawab secara
profesional dan selalu menjaga integritas.
Terakhir,
Kemenkeu menyebut tetap bangga menjalankan tugas mereka di sektor keuangan.
Nurfransa pun menegaskan tujuan kementerian tempatnya mengabdi adalah mengelola
keuangan dalam pembangunan negara.
"Kami
bangga menjalankan tugas negara menjaga dan mengelola APBN dan Keuangan Negara
- dari penerimaan, belanja, transfer ke daerah dan pembiayaan termasuk utang,
untuk membangun Indonesia menjadi negara yang bermartabat. Jangan hina dan
cederai profesi kami," tegas Nurfransa.
Sumber
: jitunews.com
inilah adlah orang yg kebelet jadi pemimpin,otak nya di dengkul
ReplyDeleteGila dgn kursi RI 1
ReplyDeleteKalau gak mau di bebani utang mending mundur aja dari capres...nunggu biar lunas dulu baru ncapres maning
ReplyDeleteYa udaah ntar kl Prabowo jd presiden ente ente yg tersinggung mundur aja Gentlemen ! 😃😀
ReplyDeleteNggak usah klarifikasi jg gpp. Emank dia ngerti ngelola Negara? Keluarga aj hancur??
ReplyDeletePermainan Poker Paling Seru Bersama Winning303...
ReplyDeleteMenghadirkan IGpoker..
Dengan 1 User ID, Sudah Dapat Bermain 8 Games Kartu Populer :
1. Texas Poker
2. Omaha Poker
3. Domino QQ
4. Ceme Keliling
5. Bandar Ceme
6. Capsa Susun
7. Bandar Capsa
8. BIG 2
Tunggu Apa Lagi, Ayok Segera Daftarkan Diri Anda Bersama Kami Di Winning303
Informasi Lebih Lanjut, Silakan Hubungi Kami Di :
- WA : +6287785425244
Nggak perlu sakit hati,yang ngomongin saja loh apa...fokus pada pekerjaan.
ReplyDelete