.ignielMiddleAds {display:block; margin:10px 0px; padding:0px;}

Surabaya Membara. Korban Selamat Insiden di Surabaya: Kami Mepet Tembok, lalu Menunduk


Korban Selamat Insiden di Surabaya: Kami Mepet Tembok, lalu Menunduk
Teaterikal Surabaya Membara untuk menyambut Hari Pahlawan memakan korban. Para penonton yang awalnya ingin merasa lebih nyaman untuk melihat drama kolosal Surabaya Membara, memilih dari viaduk yang posisinya di atas. Namun, petaka terjadi. Kereta Rel Diesel melintas sekitar pukul 19.45 dan para penonton di viaduk berusaha menghindari gerbong kereta.
Arif Fahman Faristy, salah satu korban selamat dari insiden viaduk bercerita kepada Jawa Pos. Apa yang terjadi saat Kereta Rel Diesel lewat. Ini penuturannya:

Sebelum kejadian, kami sempat bertanya ada jadwal kereta lewat atau tidak. Mereka bilang, 'Tidak ada jam segini (kereta lewat),' Kami pun ikut-ikutan naik ke atas viaduk.
Kami memilih berada di atas viaduk. Karena dari sana, drama kolosal (Surabaya Membara) bisa kami tonton dengan jelas. Meski memang harus berjejalan.
Kami masih bisa dapat tempat karena ukuran tubuh kami kecil. Sehingga bisa menyelip di antara para penonton dewasa.
Ketika kereta lewat, kepanikan terjadi.
Awalnya kami tidak mendengar ada suara kereta akan lewat. Sebab, fokus kami lebih terarah ke acara drama kolosal. Kami baru tahu kereta lewat setelah beberapa rekan kami berteriak, "Awas-awas sepur liwat... (kereta lewat), minggir." Pembawa acara juga memekik lantang, "Awas ada kereta." Spontan kami pun langsung minggir agar tidak tertabrak kereta.
Kami pun saling berpegangan dengan penonton lain. Erat sekali. Jarak antara badan kami dan kereta sangat dekat. Mungkin tidak sampai 5 sentimeter. Saya melihat beberapa penonton saling dorong sehingga jatuh. Kami yang awalnya bercanda langsung shock melihat ada beberapa penonton berjatuhan. Sekitar empat penonton jatuh. Saya tidak tega melihat mereka. Kami tetap berpegangan agar tidak ikut jatuh. Kami memilih mepet sekali ke bibir tembok, agak menunduk, sampai akhirnya selamat.
Sebenarnya, sebelum kejadian, kami berada di bawah. Beberapa teman kami sempat melihat ada jadwal kereta lewat atau tidak. Mereka bilang, "Tidak ada jam segini (kereta lewat)." Kami pun ikut-ikutan naik ke atas viaduk.
Saat di atas viaduk, panitia yang ada di bawah sudah berkali-kali meneriaki kami agar turun. Tapi, seperti biasa, karena tak ada petugas keamanan, kami memilih tetap di sana. Kami merasa kurang nyaman kalau melihat dari bawah karena jumlah penonton penuh. Selain itu, dengan berada di atas viaduk, pandangan kami bisa luas menonton drama kolosal.

Sumber : JawaPos.com

0 Response to "Surabaya Membara. Korban Selamat Insiden di Surabaya: Kami Mepet Tembok, lalu Menunduk"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel