Indonesia butuh pemimpin tegas dan tak marah-marah supaya bisa memberikan solusi

Ketua
Tim Kampanye Nasional paslon nomor urut 01, Erick Thohir setuju dengan
pernyataan Joko Widodo bahwa pemimpin harus tegas tapi tidak suka marah-marah.
Dia menambahkan, ketegasan itu harus beriringan dengan kemampuan membimbing.
"Saya
rasa memang kalau di sebuah kepemimpinan itu harus tegas. Tetapi juga tegas itu
yang membimbing," ujar Erick di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis
(7/11).
Dia
mencontohkan jika memimpin sebuah perusahaan. Pemimpin yang suka marah-marah
tak bakal menghasilkan pegawai yang produktif. "Ini yang kita harus jaga
kalau memang kepemimpinan Indonesia ke depan tidak hanya tadi kerja keras,
kasih lihat bukti nyata dari track recordnya," lanjut Erick.
Mantan
bos Inter Milan itu menuturkan Jokowi sendiri berulang kali mengingatkan berapa
pentingnya ketegasan. Salah satunya bagaimana Jokowi ingin hijrah dalam banyak
bidang. Seperti ketika bertemu pengusaha Jokowi menyampaikan pentingnya
berhijrah dari ekonomi individual menjadi kolaborasi.
"Tentu
ketegasan itu menjadi satu pokok yang penting berapa kali pak Jokowi sendiri,
atau pak presiden kita mengingatkan pentingnya kita hijrah dalam melakukan
banyak hal," kata Erick.
Dia
menambahkan, butuh pemimpin tegas dan tak marah-marah supaya bisa memberikan
solusi. Seperti saat ini rupiah tengah menguat terhadap dolar karena hasil
gotong royong bersama.
"Kita
harus yakini bersama ini jadi solusi terbaik kalau kita gotong royong apalagi
kalau punya pemimpin yang tegas yang tidak marah-marah tapi justru membimbing
mencari jalan keluar," pungkasnya.
Diberitakan
sebelumnya, Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo menghadiri acara pembukaan
pembekalan calon anggota legislatif DPR RI dari Partai Hanura. Dalam kesempatan
ini, Jokowi mengingatkan jika mendekati rakyat dengan marah-marah maka tujuan
tidak akan tercapai.
"Kalau
kita mendekati rakyat dan marah-marah, tujuan kita tidak tercapai, ya gitu
saja," kata Jokowi di Ballroom Hotel Discovery, Jakarta Utara, Rabu (7/11).
Jokowi
mencontohkan, sosok Ketua Umum Partai Oesman Sapta Odang. Dia mengaku mengenal
OSO sebagai seorang pemimpin tegas, tanpa suka marah-marah.
Sumber
: Merdeka.com
0 Response to "Indonesia butuh pemimpin tegas dan tak marah-marah supaya bisa memberikan solusi"
Post a Comment