Bawaslu Sebut Prabowo Tak Mendidik Rakyat Soal Suap Pilkada
Jakarta,
Berita Pojok -- Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Abhan menilai
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tidak memberikan pendidikan politik
yang baik lantaran menganjurkan masyarakat mengambil suap pilkada serentak
2018.
Prabowo
menyarankan masyarakat menerima suap berupa uang atau sembako karena menilai
suap tersebut berasal dari uang rakyat.
"Saya
kira itu bukan hal yang baik, tidak memberikan pendidikan politik kepada
rakyat," ucap Abhan di Hotel Merlyn Park, Jakarta, Selasa (26/6).
Abhan
menegaskan setiap orang tidak boleh menerima suap dalam bentuk apapun. Selain
itu, setiap orang juga dilarang memberikan suap untuk mempengaruhi masyarakat
agar memilih salah satu kandidat. Larangan itu ditetapkan untuk meningkatkan
kualitas pemilihan umum di Indonesia.
"Bagi
kami adalah tolak dan lawan politik uang," ucap Abhan.
Anggota
Bawaslu Mochammad Afifuddin juga telah menjelaskan mengenai hal itu. Setiap
orang tidak boleh memberi atau menerima suap dalam bentuk apapun.
Dia
mengatakan ada sanksi tegas yang dapat diberikan kepada pasangan calon kepala
daerah tertentu jika terbukti terlibat. Menurutnya, semua itu telah diatur
dengan jelas dalam Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada.
"Penanganan
administratifnya bisa diskualifikasi kalau itu terjadi secara masif. Ada
aturannya," katanya di kantor Bawaslu, Jakarta, kemarin.
Jika
praktik politik uang melibatkan perorangan, maka akan dikenakan sanksi pidana.
Afif mengatakan penindakan dilakukan oleh Sentra Penegakkan Hukum Terpadu
(Gakkumdu) yang terdiri atas Bawaslu, Polri, dan Kejaksaan Agung bilamana ada
temuan.
"Kalau
praktik sendiri-sendiri akan kena pidana," ucap Afif.
Prabowo
Subianto menganjurkan masyarakat untuk mengambil suap jelang pemungutan suara
pilkada serentak pada 27 Juni mendatang. Dia menganjurkan hal itu lantaran
menilai suap yang diberikan kepada masyarakat, uang maupun sembako pun berasal
dari uang rakyat.
"Tidak
mungkin uang itu uang halal, tidak mungkin, mustahil. Itu pasti berasal dari
uang bangsa Indonesia. Karena itu saya anjurkan kalau rakyat dibagi sembako,
diberi uang, terima saja karena itu hak rakyat," kata Prabowo melalui
video yang diunggah di akun Facebook pribadinya pada Kamis (21/6).
Meski
begitu, Prabowo mengimbau agar tidak terpengaruh dalam memilih kandidat kepala
daerah meski menerima suap. Masyarakat tetap mesti memilih calon kepala daerah
berdasarkan kualitas dan dapat membangun daerah masing-masing.
"Pada
saat menentukan pilihan, di depan tempat pemilihan, gunakan hati nuranimu,
pilih sesuai hati dan pikiran," imbuh Prabowo.
Sumber : CNN Indonesia
0 Response to "Bawaslu Sebut Prabowo Tak Mendidik Rakyat Soal Suap Pilkada"
Post a Comment