Kecewa dengan Sistem Anies-Sandi, Bos BUMD Dharma Jaya Mundur

Jakarta,
Berita Pojok -- Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Dharma Jaya Marina Ratna
Dwi Kusumajati mengaku telah mengajukan permohonan pengunduran diri kepada
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno secara langsung. Ia mengaku dengan
kecewa dengan satuan kerja perangkat deerah (SKPD) DKI Jakarta era pemerintahan
Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
"Saya
temui Pak Sandi, saya bilang 'Pak saya mau resign'," kata Marina saat
dihubungi melalui telepon, Kamis (15/3).
Marina
mengaku kecewa dengan SKPD DKI Jakarta saat ini. Ia membandingkan dengan sistem
kerja sama yang dibangun dengan SKPD era sebelumnya.
"Kerjasama
dengan SKPD tuh beda dengan Gubernur lama," kata Marina.
Ia
mencontohkan lambannya proses verifikasi yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan,
Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI yang memang bertanggung jawab dalam
proses pencairan uang muka untuk public service obligation atau PSO.
Dana
sebagai kewajiban untuk layanan publik ini merupakan pengganti penyertaan modal
daerah yang sebelumnya dihapus oleh Anies-Sandi untuk beberapa BUMD, termasuk
Dharma Jaya.
Tak
hanya itu, Marina juga mengakui soal sulitnya akses untuk bertemu Sandiaga
sebagai Wakil Gubernur di Balai Kota. Untuk melakukan pertemuan dengan Sandi
menurutnya harus melalui tim Sandi.
"Saya
mau ketemu beliau agak sedikit susah semenjak beliau menjabat. Selalu kalau mau
ketemu pakai tim semuanya," kata Marina.
Ia
mencontohkan saat akan bertemu Sandi yang terakhir ini untuk mengajukan
pengunduran diri. Marina mengaku sampai harus nekat naik ke ruangan Sandiaga
tanpa membuat janji dulu. Sempat dilarang oleh staf, Marina akhirnya boleh
diizinkan masuk untuk bertemu Sandi.
"Saya
enggak janji sama beliau, saya tanya sama tukang parkir 'Ada nggak Pak Sandi?
(dijawab) Ada'. Waktu itu saya mau masuk tidak diperbolehkan ke kantor Pak
Sandi. Saya bilang 'Aduh sombong sekali saya nggak dikasih masuk, saya berdiri
di dekat tangga'," katanya.
Saat
itu itu ada salah seorang staf mengenali Marina dan ia diizinkan masuk setelah
memohon agar bisa bertemu Sandi hanya lima menit.
"Saya
bilang lima menit saja, akhirnya saya bisa ketemu beliau dan saya langsung
bilang saya resign," ujar Marina.
Sandiaga
saat itu menurut Marina menolak pengunduran dirinya. Sandi berjanji akan
membantu Marina terkait pencairan PSO dan uang reimbusment untuk PD Dharma
Jaya.
Marina
pun mengaku dirinya memang sudah sangat kalut lantaran uang DP PSO dari bulan
November 2017 hingga Maret 2018 tak kunjung cair. Padahal dia harus memenuhi
kebutuhan pasokan daging ayam untuk masyarakat Jakarta.
"Saya
talangi pakai kas untuk November Desember, tapi Januari, Februari, Maret sudah
tidak bisa. Bayangkan masuk akal tidak DP PSO sampai sekarang belum cair, itu
kan uang negara, kenapa diperlambat begini," katanya.
Lebih
lanjut, saat ditelpon Marina juga mengaku tak terima dengan ucapan Sandi yang
menyebut dirinya menangis hingga memohon-mohon kepada Sandi untuk dibantu
terkait pemcairan DP PSO itu. Apalagi Sandi menyebut dirinya menangis dengan
gestur mengusap air mata layaknya anak kecil.
"Saya
tekankan sekali lagi, catat ini yah. Saya tidak nangis. Saya tidak menangis,
senang sepertinya dia (Sandiaga) saya mengundurkan diri, nanti April kan ada
pergantian jabatan itu," katanya.
Marina
mengaku sangat mencintai pekerjaanya di PD Dharma Jaya. Namun dukungan dari
pemerintah justru semakin minim. Salah satunya terkait dengan DP PSO dan uang
reimbursement yang tak kunjung cair itu.
Subsidi
Daging Ayam Jadi Pemicu
Sebelumnya
Marina mengaku belum menerima PSO dari Pemprov DKI untuk penyediaan daging ayam
murah bersubsidi. Dana PSO tahun 2018 sebanyak Rp41 milyar belum cair sejak
November 2017.
Akibatnya
BUMD yang bergerak di bidang pangan itu harus berutang Rp80 milyar kepada para
pengusaha yang memasok daging ayam.
Menurutnya,
para pengusaha daging ayam pun tidak bisa terus-menerus diutangi olehnya.
Apalagi banyak di antara perusahaan itu levelnya masih skala kecil dan menengah
yang juga memiliki keterbatasan modal.
Kendati
demikian, Marina berjanji pihaknya tidak akan berhenti menyetok pasokan daging
ayam murah ke pasar-pasar, khususnya penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP)
sembari mencari pihak yang bersedia diutangi.
"Nggak
(berhenti stok) juga, sih. Ya pada teriak saja. Saya usahakan terus cari
barang, sampai ada orang yang mau 'ngutangin' lagi," katanya.
Dia
menuturkan, serapan kebutuhan daging ayam setiap tanggal 5 di satu bulan hingga
sepekan ke depannya adalah 20 ton perhari.
Akhir
November 2017 lalu, PD Dharma Jaya menjadi salah satu BUMD yang tidak akan
diberikan penyertaan modal daerah (PMD) pada tahun 2018. PMD yang awalnya
diajukan oleh PD Dharma Jaya sebesar
Rp39 miliar.
Namun,
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta agar PD Dharma Jaya dan
sejumlah BUMD lainnya tidak diberikan PMD. Dia beralasan, BUMD harus bisa
mandiri tanpa terus mendapatkan suntikan dana dari pemerintah.
Menanggapi
hal itu, Sandi mengaku sudah menerima keluhan Marina dan berkoordinasi dengan
Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI untuk tindak
lanjutnya.
"Saya
dilaporkan sekitar 10 hari lalu, Bu Marina nangis-nangis ke saya, 'Belum turun
uangnya', terus saya bilang, 'Saya bantu. Sabar, Bu'" kata Sandi di Balai
Kota, Rabu (14/3) malam.
Dinas
KPKP, kata Sandi, sedang memproses pencairan PSO untuk PD Dharma Jaya. Dia pun
minta agar upaya itu dipercepat.
"Saya
akan dorong supaya lebih cepat. Saya minta Bu Marina sampaikan dan koordinasikan
dengan para supplier, para vendor bahwa kita lagi proses dan akan
selesaikan," kata Sandi.
Sumber
: CNN Indonesia
0 Response to "Kecewa dengan Sistem Anies-Sandi, Bos BUMD Dharma Jaya Mundur"
Post a Comment