AHY di Pilpres 2019, Pengamat: Apa Karya Dia? DKI saja Kalah di Putaran Pertama
JAKARTA,
Berita Pojok - Pengamat komunikasi politik nasional Emrus Sihombing
mengungkapkan, Ketua Komando Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti
Yudhoyono (AHY) belum memiliki modal yang cukup untuk masuk dalam jajaran
capres dan cawapres di Pilpres 2019.
Menurut
Emrus, menjadi capres atau cawapres, harus memiliki pengalaman sebagai pemimpin
di masyarakat dengan segudang prestasi yang telah ditorehkan. Sedangkan ia
melihat AHY sejauh ini masih sebatas retorika tanpa karya yang nyata.
"Sudah
adakah karya AHY untuk rakyat Indonesia? Yang dia lakukan kan hanya sebatas
berkunjung ke sana-sini, mendengar, menampung, mendekati, tetapi tidak ada
action yang meningkatkan kesejahteraan rakyat," kata Emrus kepada NNC,
Jumat (16/3/2018).
"Jadi
belum ada tindakan yang riil meningkatkan kesejahteraan atau taraf hidup
masyarakat. Ini kan selama ini posisinya masih retoris, mendengar,
menyampaikan, mendekati, action mana dong?" sambung.
Soal
pengalaman AHY di dunia militer, Emrus menyebut itu juga tidak cukup menjadi
modal untuk menjadi capres atau cawapres. Sebab, AHY memutuskan mundur dari TNI
dengan pangkat mayor, bukan seorang pensiunan berpangkat Jenderal.
"Menurut
saya seharusnya dia itu berkarir dulu sebagai TNI. Karena militer itu profesi
panggilan jiwa, artinya nyawanya dipertaruhkan, membela NKRI, tapi ini saja
tidak ia tuntaskan, ya walaupun itu hak dia ya," ucap dia.
"Dia
pindah ke wilayah politik di mana politik itu adalah persoalan bargaining,
persoalan kepentingan kekuasaan, ini dua kutub yang berbeda TNI kutubnya adalah
pengorbanan jiwa raga untuk bangsa," paparnya.
Selain
itu, ia juga menyinggung karir politik putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu yang baru terjun ke dunia politik, namun
langsung diberikan kesempatan masuk dalam berbagai kontestasi, dapat
menimbulkan kecemburuan sosial politisi senior di Demokrat.
"Yang
berikutnya dia kan pendatang baru, sementara Partai Demokrat sudah didirikan
lebih dari 10 tahun yang lalu, apakah kader lama rela secara hati yang paling
dalam?" papar Direktur EmrusCorner itu.
"Karena
kader lama bisa saja bilang 'Aku sudah bekerja bla, bla, kau baru saja datang
sudah calon gubernur dan sekarang mau ikut capres cawapres?' Ini kan bisa
menimbulkan kecemburuan sosial," pungkasnya.
Atas
segala kemampuan yang belum mumpuni itu, disebut Emrus, dapat dilihat saat
Pilkada DKI 2017 lalu, dimana AHY yang maju sebagai calon gubernur, langsung
tersingkir diputaran pertama. "Kita lihat di DKI, katanya DKI adalah
etalase, Indonesia cermin Indonesia, tapi putaran pertama saja kalah,"
tutupnya.
Sumber
: netralnews.com
0 Response to "AHY di Pilpres 2019, Pengamat: Apa Karya Dia? DKI saja Kalah di Putaran Pertama"
Post a Comment