Komisi B DPRD DKI Kritik Pelatihan OKE OCE Hanya Cuap-Cuap
Jakarta,
Pojok Berita -- Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Nur Afni Sajim mempertanyakan
efektivitas program OKE OCE (One Kecamatan, One Center of Entrepreneurship)
yang digagas Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya Sandiaga Uno
sebagai salah satu program prioritas pemerintahannya.
Nur
Afni mengaku menghadiri pelatihan program kewirausahaan dari Dinas Usaha Mikro,
Kecil, Menengah (UMKM) DKI itu di semua kecamatan di wilayah administrasi
Jakarta Barat, kecuali Kecamatan Tamansari saat masa reses beberapa waktu lalu.
Dari
hasil pengamatannya, Afni kecewa karena pelatihan yang diterima warga hanya
berbentuk paparan lisan, bukan pelatihan teknis berwirausaha.
"Latihannya
itu, Bank DKI cuma memaparkan, 'Ini lho, saya punya pinjaman Rp5 juta sampai
Rp50 juta dengan jaminan sertifikat rumah dengan bunga 13 persen'. Itu sama
saja bohong," kata Afni dalam pertemuan Komisi B DPRD DKI dengan Kepala
Dinas UMKM DKI Irwandi dan jajarannya, Selasa (9/1).
Afni
pun menilai hasil dari pelatihan OKE OCE kurang efektif menciptakan lapangan
kerja karena Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) masih sulit mengeluarkan
surat keterangan usaha bagi para pengusaha kecil menengah.
Atas
dasar itu, menurut Afni pelatihan OKE OCE tak siap, karena perekrutan peserta
yang notabene wirausahawan di tiap kecamatan oleh lurah setempat tampak
dilakukan asal-asalan.
"Akhirnya,
itu pelatihan memalukan. Kalau kata saya, masih bagus anggota dewan reses
daripada pelatihan," ujar anggota dewan dari fraksi Demokrat itu.
Tak
hanya itu, agar tak sekadar mengkritik, Afni membandingkan pelatihan OKE OCE
dengan pelatihan kewirausahaan yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan
Dinas Perindustrian dan Energi (Dinas PE). Menurutnya pelatihan dari dinas
tersebut lebih teknis dan komprehensif.
"Saya
bingung, [OKE OCE] ini pelatihan paling aneh yang pernah saya datangi. Kalau
[pelatihan] Dinas Tenaga Kerja saya pernah datang, di sana melatih solder,
merakit membenarkan HP, menjahit. Masuk akal," kata Afni.
Ia
melanjutkan, "[OKE OCE] Ini pelatihan cuap-cuap, Pak. Saya kontrol betul
di Jakarta Barat."
Lokasi dan Pelatihan
Berkaca
pengamatannya pada masa reses tersebut, Afni pun menyarankan agar alih-alih menganggarkan
dana untuk pelatihan, Dinas UMKM bisa mengembangkan lokasi binaan (lokbin)
maupun lokasi sementara (loksem). Di satu sisi, Disnaker dan Dinas PE fokus
memberi pelatihan.
Untuk
diketahui, dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) DKI 2018,
alokasi kegiatan pembinaan dan pendampingan kewirausahaan tingkat kecamatan
sebesar Rp38 miliar.
Di
tempat yang sama, menanggapi Afni, Kepala Dinas UMKM Irwandi menerima
pernyataan anggota DPRD tersebut. Ia mengaku bahwa pelatihan OKE OCE oleh
dinasnya lebih pada paparan.
"Pelatihan
itu, kalau enggak cuap-cuap, dia mau ngapain? Kan gini, pelatihan teknis ada di
Dinas PE, Disnaker. Kalau dinas kita, cuap-cuap," kata Irwandi.
Paparan
itu, lanjutnya, termasuk memberikan motivasi agar orang bisa bersemangat membangun
dan menjalankan usaha.
Sumber
: cnnindonesia.com

0 Response to "Komisi B DPRD DKI Kritik Pelatihan OKE OCE Hanya Cuap-Cuap"
Post a Comment