PA 212 Minta Polri Profesional Usut Sukmawati: Sudah Berkali-kali Menista

Jakarta
- PA 212 mengatakan Sukmawati Soekarnoputri sudah berkali-kali diduga melakukan
penistaan agama. Terbaru, katanya, Sukmawati membandingkan Nabi Muhammad SAW
dengan Presiden RI pertama Sukarno.
"Sudah
berkali-kali menghina, menista agama Islam dan yang terakhir Ibu Sukmawati
membanding-bandingkan peran Rasulullah SAW dengan Sukarno di saat zaman
penjajahan adalah tidak tepat sikap tersebut yang tergolong penistaan agama
Islam tingkat tinggi," kata Ketua Steering Committee Reuni Akbar 212 Yusuf
Martak dalam konferensi pers di DPP FPI, Jalan Petamburan, Tanah Abang, Jakarta
Pusat, Kamis (21/11/2019).
Karena
itu, Yusuf Martak meminta Polri profesional mengusut kasus Sukmawati tersebut.
Apalagi saat ini Polri dipimpin Kapolri baru, Jenderal Idham Azis.
"Kami
minta kepada polisi dengan adanya pimpinan Polri yang baru bersikap profesional
dalam memproses secara hukum Sukmawati sebagaimana hukum yang berlaku di negeri
ini," ujarnya.
Yusuf
Martak menuturkan jangan sampai negara bertindak tidak adil dalam penegakan
hukum. Sebab, menurutnya, sejumlah laporan terkait kasus dugaan penistaan agama
tidak sampai ke pengadilan.
"Dari
beberapa kali laporan umat atas kelakuan penistaan agama oleh Sukmawati, Ade
Armando, Abu Janda tak satu pun yang sampai ke meja hijau. Semua kasus yang
dilaporkan berakhir tanpa proses hukum," ucapnya.
Jika
kasus penistaan agama tidak diselesaikan secara hukum, menurutnya, tindakan
penistaan-penistaan akan terus berlanjut. "Tidak hanya oleh Sukmawati juga
oknum-oknum yang lain," tuturnya.
Ucapan
Sukmawati itu terlontar dalam forum diskusi pada 11 November lalu. Dalam
diskusi tersebut, awalnya, Sukmawati berbicara soal perjuangan Indonesia
merebut kemerdekaan RI dari jajahan Belanda. Kegiatan itu sendiri dalam rangka
memperingati Hari Pahlawan 10 November 2019. Sukmawati kemudian melontarkan
pertanyaan kepada forum.
Sukmawati
juga sudah membantah jika dikatakan menistakan agama terkait ucapannya yang
menyinggung Nabi Muhammad SAW. Ia menyebut Nabi Muhammad dan Sukarno memiliki
derajat yang berbeda yang tidak bisa dibandingkan.
"Saya
kira apa yang saya bicarakan, apa yang saya ucapkan di forum FGD Humas Polri
itu dengan judulnya kan kamu tahu, yaitu sama sekali tidak ada maksud itu. Saya
cinta kok para nabi, kok jadi dianggap menistakan agama?" ucap Sukmawati.
[detik.com]
0 Response to "PA 212 Minta Polri Profesional Usut Sukmawati: Sudah Berkali-kali Menista"
Post a Comment