Tito Diminta Tegur Anies yang Dianggap Lamban Susun APBD 2020

Jakarta, -- Fraksi Partai Solidaritas
Indonesia (PSI) DKI Jakarta meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito
Karnavian untuk menegur Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan atas kelambanan
membahas rancangan anggaran penerimaan dan belanja daerah (RAPBD) 2020.
Juru Bicara PSI Rian Ernest mengatakan
Anies baru memulai pembahasan RAPBD akhir Oktober 2019, satu bulan sebelum
batas waktu yang diatur undang-undang. Padahal biasanya, menurut Rian,
pembahasan anggaran butuh waktu sekitar tiga bulan.
"Pihak yang menahan data bukan di
teman DPRD, tapi di Gubernur Anies. Kami meminta Mendagri untuk turun tangan
memberi 'kartu kuning' ke Gubernur Anies karena kelalaian proses penyusunan
ini," kata Rian kepada CNNIndonesia.com lewat pesan singkat, Selasa
(29/10).
Menurut Pasal 312 UU Nomor 23 Tahun
2014 tentang Pemerintah Daerah, kepala daerah dan DPRD wajib mengesahkan APBD
tahun 2020 paling lambat satu bulan sebelum tahun anggaran baru, yakni 30
November 2019.
Jika Pemda tak bisa mengesahkan APBD
tepat waktu, maka akan diberi sanksi tak akan mendapat hak keuangan atau gaji
selama enam bulan.
Selain kelambanan membahas RAPBD, Rian
juga mengkritisi minimnya transparansi dalam perancangan anggaran yang dipimpin
Anies. Misalnya, soal penurunan anggaran sejumlah Rp6,55 triliun dari Rp95,99
triliun menjadi Rp89,44 triliun tanpa rincian jelas.
Partai pemilik delapan kursi di DPRD
DKI itu menyarankan Kemendagri bisa mengingatkan Anies untuk lebih membuka data
anggaran ke publik secara detail.
"Semua proses harus dipublikasi
karena ini uang rakyat Jakarta, bukan uang Gubernur atau DPRD. PSI tidak akan
menyetujui APBD jika tidak dibahas mendalam sebagaimana semestinya,"
tuturnya.
Sebelumnya, DPRD DKI dan Pemprov DKI
baru akan memulai pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran
Sementara (KUA-PPAS) untuk APBD DKI 2020 pada akhir bulan ini.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi
Gerindra Syarif mengatakan pihaknya optimistis pembahaaan akan rampung tepat
waktu meski baru dilakukan satu bulan sebelum tenggat waktu.
"30 November selesai ketok
palu," kata Syarif yang kala itu menjabat Wakil Ketua Sementara DPRD DKI
Jakarta, Jumat (11/10). [CNN Indonesia]
0 Response to "Tito Diminta Tegur Anies yang Dianggap Lamban Susun APBD 2020"
Post a Comment