Rocky Gerung Sindir Prabowo, Ketua Umum Gerindra sebagai tokoh 'sampah'

Jakarta,
-- Pengamat politik Rocky Gerung mengatakan pernyataannya yang menyebut bahwa
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebagai tokoh 'sampah' hanyalah sindiran
kepada Prabowo.
"Sebagai
satire," kata Rocky melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Selasa
(15/11).
Satire
merupakan gaya bahasa untuk menyatakan sindiran terhadap suatu keadaan atau
seseorang. Satire biasanya disampaikan dalam bentuk ironi, sarkasme, atau
parodi.
Rocky
mengatakan, dia sengaja melontarkan itu untuk menyindir manuver Prabowo.
"Itu
cara saya," katanya.
Pernyataan
Rocky itu diucapkan ketika ia berkunjung ke salah satu kantor redaksi media
C&R. Pertemuan antara Rocky dan Pemimpin Redaksi C&R Ilham Bintang.
Melalui
akun Facebooknya, Minggu (13/11), Ilham Bintang menulis, Rocky Gerung
berpaling. Kata Ilham, dalam perbincangannya dengan Rocky, Ilham berdiskusi
panjang tentang kondisi bangsa pasca Pilpres.
"Roger (Rocky Gerung)
membuat deklarasi. Hari itu ia nyatakan beroposisi kepada Prabowo. Ia akan
"road show" berkeliling Tanah Air untuk mengajak kampret beroposisi
pada Ketua Umum Gerindra itu," kata Ilham.
Alasan
Rocky, menurut Ilham, karena Prabowo sudah bergabung dalam kubu pemerintah.
"Sekarang,
Prabowo sudah bergabung dengan Jokowi sebelum pelantikan. Makanya, saya majukan
deklarasi saya beroposisi, menjadi mulai hari ini," kata Rocky.
Ilham
juga menulis, dan mengutip pernyataan Rocky Gerung yang meminta agar pendukung
Jokowi supaya mengusir Prabowo dari kubu mereka.
"Enggak
perlu tokoh seperti dia, nyampah-nyampahin negeri saja," kata Rocky
seperti dituliskan Ilham Bintang.
Prabowo
Subianto melakukan safari politik usai kekalahannya di Pilpres 2019. Prabowo
telah bertemu dengan Joko Widodo, dan sejumlah Ketua Umum Partai Politik
seperti Surya Paloh, dan Ketua Umum PPP Muhaimin Iskandar.
Tanggapan Gerindra
Menanggapi
pernyataan Rocky itu, politikus muda partai Gerindra TB Ardi Januar menilai
pernyataan Rocky itu merupakan upaya Rocky untuk menjaga eksistensinya.
Kata
Ardi, Pilpres telah "membesarkan" nama Rocky, dan kini Pilpres sudah
selesai. Ada tiga kelompok yang menyikapi hasil pilpres. Pertama, kelompok yang memilih move on dan kembali bersatu demi
keutuhan Bangsa.
Kedua,
kelompok yang belum move on dan memilih tetap berseteru. Sementara yang ketiga
adalah kelompok yang terancam kehilangan eksistensi karena pertunjukan telah
usai.
"Bagi
saya, Rocky adalah bagian dari kelompok ketiga," kata Ardi.
Menurut
Ardi, Rocky sadar betul pilpres kemarin telah membesarkan namanya. Bila seluruh
pertunjukan selesai, eksistensi dia juga ikut selesai. Karena itu, dia perlu
manuver baru untuk menjaga eksistensi. Rocky sadar, kelompok baper yang tak
terima hasil pemilu masih lumayan jumlahnya.
"Mereka
adalah pasar yang jelas bagi eksistensi Rocky," katanya.
Rocky
kembali muncul membawa narasi baru. Kali ini, Prabowo menjadi sasarannya.
"Lantas, sebagai pendukung Prabowo, apakah saya harus marah dengan
pendapat Rocky? Tidak juga. Biarkan saja dia bicara dan bersikap,"
katanya.
Ardi
pun mengutip pernyataan Rocky, bahwa Indonesia adalah negara demokrasi.
"Rocky
pernah bilang, cara terbaik menghormati aksi badut adalah dengan cara tepuk
tangan. Dan saya cukup menikmati pertunjukan yang dilakukan Rocky,"
katanya.
Menurut
Ardi, sejarah tak bisa bohong. Rocky adalah orang yang sangat mengidolakan
Soemitro, ayah Prabowo. Dia juga sangat mengerti tentang kualitas pemikiran dan
ketulusan Prabowo. [CNN Indonesia]
0 Response to "Rocky Gerung Sindir Prabowo, Ketua Umum Gerindra sebagai tokoh 'sampah' "
Post a Comment