Heran Gubernur Edy Sibuk Ngurusi Pagar, Sutrisno Pangaribuan: Besok DPRD Sumut Bisa Kirim Tukang Las
Medan - Melalui pertemuan
resmi dengan Ketua Badan Pengurus Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia
(GMKI) Kota Medan, Hendra Manurung, Ketua Komisi D DPRD Sumatera Utara,
Sutrisno Pangaribuan, menyatakan keheranannya atas sikap Gubernur Sumut, Edy
Rahmayadi, yang sibuk mengurusi pagar kantornya yang sekarang dalam kondisi
rusak. Sebaiknya dia fokus menyelesaikan pencemaran Danau Toba yang menjadi
tuntutan mahasiswa saat berdemonstrasi Jumat (26/7/2019).
Pertemuan digagas oleh
Sutrisno yang berasal dari PDI Perjuangan. Dia mengundang secara resmi Hendra
yang didampingi Sekretaris BPC, Pera Silalahi, dan Koordinator Wilayah I
Sumatera Utara-Nangroe Aceh Darussalam, Gito Pardede. Pertemuan dimaksudkan
guna memintai keterangan terkait pengaduan Edy terhadap GMKI ke Polrestabes
Medan atas tuduhan pengrusakan pagar.
Oleh Hendra, Para dan Gito,
disebutkan kedatangan mereka ke kantor gubernur atas undangan Edy Rahmayadi
guna menjawab permohonan audiensi yang dikirimkan pada 29/8/2019. Permohonan
dimaksudkan guna membahas pencemaran Danau Toba akibat operasional sejumlah
perusahaan yang diduga membuang limbahnya ke danau tersebut.
Kata Hendra, disayangkan
sedari awal saat pertemuan dengan Edy (1/8/2019) yang juga dihadiri wakilnya,
Musa Rajekshah, dan Kepala Satpol PP, Suriadi Bahar, dia serta merta
mempersekusi mahasiswa dengan ungkapan-ungkapan provokatif. Langsung menyapa
dengan tudingan bahwa GMKI sebagai perusak pagar.
"Kami datang bertemu
gubernur dengan sikap positif bahwa yang akan dibahas adalah soal pencemaran
Danau Toba, tetapi ternyata maunya berbeda. Menuding kami sebagai perusak pagar
dan memaksa agar minta maaf," ujar Hendra.
Gito menambahkan, sikap
provokatif Edy yang tidak berniat membahas upaya mengatasi pencemaran Danau
Toba kian tegas saat dia menyapa mahasiswa dengan kata-kata "kau".
Tidak mencirikan pemimpin yang ramah terhadap rakyatnya.
Puncaknya kemudian adalah
Edy mengadukan GMKI ke Polrestabes Medan melalui Satpol PP. Karena menolak
minta maaf padanya.
Menanggapi penuturan para
mahasiswa, Sutrisno menyatakan bahwa aparat Pemprov Sumut yang notabene anak
buah Edy adalah biang terjadinya kerusakan pagar. Seharusnya mereka menerima
para mahasiswa untuk berdialog. Jika mereka tidak mampu, bisa memanggil pejabat
Dinas Lingkungan Hidup yang posisi kantornya cukup dekat dari kantor gubernur.
Ungkapnya, Gubernur Edy
sebaiknya fokus saja mendengar substansi dari aspirasi mahasiswa. Bukan malah
sibuk mengurusi kerusakan pagar. Sikap gubernur tersebut adalah upaya untuk
mengaburkan kepedulian GMKI terhadap Danau Toba yang sudah tercemar. Yang
menuntut agar perusahaan-perusahaan pelaku pencemaran dicabut izin usahanya.
"Edy jangan sibuk
mengurusi pagar kantornya yang rusak, besok bisa kami antar tukang las untuk
memperbaiki," tegas Sutrisno.
Dia membandingkan dengan
kantor DPRD Sumut yang berkali-kali digoyang-goyang mahasiswa dan masyarakat
lainnya namun tidak pernah mengadukan mereka ke kepolisian.
Pihak DPRD, terangnya,
berterima kasih terhadap GMKI yang konsisten memperlihatkan kepeduliannya
terhadap Danau Toba sehingga mereka akan terus memperjuangkannya sebagaimana
aspirasi masyarakat.
Sutrisno merencanakan pekan
depan akan mengikutsertakan GMKI hadir pada pertemuan dengan Menko Kemaritiman
Luhut Binsar Panjaitan di Jakarta guna membahas soal Danau Toba. [Medanbisnisdaily.com]
0 Response to "Heran Gubernur Edy Sibuk Ngurusi Pagar, Sutrisno Pangaribuan: Besok DPRD Sumut Bisa Kirim Tukang Las"
Post a Comment