Demokrat Ingatkan Prabowo Tak Perlu Ikuti Saran Ijtimak Ulama III

Ijtimak
Ulama III menyarankan agar Badan Pemenangan Nasional atau BPN Prabowo -
Sandiaga untuk meminta kepada KPU menghentikan proses penghitungan suara atau
real count. Menanggapi hal itu, Partai Demokrat menyarankan agar Capres Prabowo
Subianto untuk tidak mengikuti saran tersebut.
Wakil
Sekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik menyampaikan pendapatnya tersebut
melalui akun Twitternya @RachlanNashidik pada Kamis (2/5/2019). Menurutnya,
Prabowo tidak perlu menuruti saran dari Imam Besar Front Pembela Islam (FPI)
Habib Rizieq Shihab yang diteruskan oleh panitia Ijtimak Ulama.
"Ini adalah pendapat. Dan
setiap warga negara tanpa kecuali berhak atas kebebasan berpendapat. Pak
Prabowo tak perlu menganggap ini "titah" yang harus dilaksanakan,
apalagi tanpa berkonsultasi dengan anggota koalisi," ujar
Rachland.
"Demokrat
mengingatkan," tambahnya.
Sebelumnya,
Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Muhammad Martak
mengatakan, kalau Rizieq Shibab menginginkan agar KPU berhenti menayangkan
proses real count. Habib Rizieq pun menyarankan BPN untuk bergerak meminta KPU
menghentikan real count.
"Jadi
habib (Rizieq Shihab) menyarankan agar BPN segara ke Bawaslu dan kita kawal ke
KPU, agar BPN itu menghentikan real count, agar tidak membentuk opini yang
jelek di masyarakat, yang akhirnya membingungkan masyarakat, itu yang jadi bahaya,"
ujar Yusuf di Hotel Lor In, Sentul, Bogor, Rabu (1/5/2019). [Suara.com]
0 Response to "Demokrat Ingatkan Prabowo Tak Perlu Ikuti Saran Ijtimak Ulama III"
Post a Comment