Viral! Sangkal Quick Count & Klaim Prabowo Menang Besar di Jatim, Amien Rais Akan Diseret ke Bareskrim

Politikus
Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais didesak minta maaf secara terbuka di
hadapan para kiai di Jawa Timur. Desakan disampaikan Jama’ah Yasin Nusantara
(Jaya Nusa) menyikapi perkataan Amin Rais yang dinilai meresahkan terkait
Pemilihan Presiden 2019.
“Jika
dalam waktu 2×24 jam tidak meminta maaf, maka saudara Amien Rais akan kami
laporkan ke Bareskrim Mabes Polri,” kata Ketua Umum Jaya Nusa Idham, Ahad
(21/04/2019) dilansir dari Tempo.co.
Sebagaimana
diketahui, dalam video viral berdurasi 1 menit 31 detik Amien Rais menyatakan
Prabowo telah memenangkan Pilpres 2019 di Jawa Timur dengan suara lebih dari 50
persen. Amin menyangkal hasil hitung cepat banyak lembaga survei. Misalnya,
berdasarkan hitung cepat Indikator yang memenangkan Jokowi 65,66 persen,
Prabowo 34,34 persen.
Idham
menilai Amien Rais telah menyebarkan kebohongan. Baca juga: Prabowo Menderita
Penyakit Jiwa Delusi Megalomania?
Keunggulan
Prabowo daripada Jokowi, oleh Amin Rais bahkan disebut sangat meyakinkan karena
terjadi di seluruh wilayah provinsi itu.
“Kita
kembali InsyaAllah 20 Oktober dilantik Prabowo-Sandiaga, kita bangun kembali
negeri ini. Yang salah masuk penjara. Yang tobat diadili tapi tetap hukum
ditegakkan,” katanya.
Idham
mengatakan, pernyataan Amien Rais mendahului hasil perhitungan suara resmi
Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang saat ini masih berlangsung. Di sisi lain,
banyak tokoh agama di Jawa Timur yang gelisah dan mengkhawatirkan adanya
gejolak di tengah masyarakat.
“Saudara
Amien Rais juga membuat pernyataan tentang kekuatan orang jika pasangan 02
kalah. Pernyataan itu jelas sangat merugikan keutuhan NKRI,” imbuhnya dilansir
juga dari Tempo.co.
Idham
juga meminta Polri untuk mengusut Amien Rais yang telah disetujui Pasal 15
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana. Pihaknya juga akan
meminta Polri memproses hukum Amien Rais karena persetujuan yang dinilainya
provokatif. (dutaislam.com/suaraislam)
memang kelompok oposan ini sdh jelas tujuannya untuk mengembalikan jaman orba dg kknnya Untuk keuntungan gerombolan preman dan santri politik, dg menghasut rakyat supaya tdk percaya kpu dan mengakui kemenangan prabowo secara internal.
ReplyDelete