Tak Terima Prabowo Kalah, Eggi Sudjana Tegaskan Akan Lakukan People Power Tanpa Izin Dari Polri

Anggota
Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Eggi Sudjana menyatakan gerakan people
power tidak membutuhkan izin dari aparat keamanan.
Eggi
menyebut rencana kubunya untuk melakukan gerakan people power sama saja dengan
demonstrasi besar pada 1998 silam.
"Pertanyaan
saya waktu '98 ada izin tidak dari polisi?," kata Eggi usai melaksanakan
salat subuh bersama di Masjid Al Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat, Rabu
(17/4/19).
Kapolri
Jenderal (Pol) Tito Karnavian sebelumnya memastikan bahwa pihaknya tak akan
menerbitkan izin kepada siapa pun yang hendak melakukan mobilisasi massa
setelah hari pemungutan suara.
Tito
meminta semua pihak menahan diri dan tidak melakukan pawai kemenangan.
Tito
menyatakan keputusan untuk tidak menerbitkan izin tersebut didasarkannya pada
amanat UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka
Umum.
Jika
ada mobilisasi massa setelah pencoblosan, ia khawatir akan ada gesekan yang
muncul di tengah masyarakat.
"Meminta
masyarakat untuk tidak melakukan pawai, syukuran, atau apapun mobilisasi massa
untuk menunjukkan kemenangan karena nanti akan memprovokasi pihak
lainnya," ujar Tito dalam rapat gabungan di Kementerian Koordinator
Politik Hukum dan HAM, Senin (15/4) lalu.
Meskipun
demikian, Eggi meyakini aksi turun ke jalan setelah hari pencoblosan sah secara
hukum.
Preseden
yang ia pakai adalah desakan publik yang berhasil melengserkan rezim Orde Baru
dua dekade lalu.
Pria
yang juga caleg dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu justru mempertanyakan
balik keputusan Polri yang tak akan memberikan izin kepada massa yang berniat
turun ke jalan setelah pencoblosan.
"Kenapa
sekarang kalau mau turun tidak memberikan izin? Dan demonstrasi kan tidak perlu
izin. Mana pasalnya perlu izin? Enggak ada. Yang ada pemberitahuan,"
protes Eggi.
Lebih
lanjut, Eggi menekankan bahwa rencana people power itu akan terlaksana jika
mereka menemukan bukti-bukti kecurangan dalam pemungutan suara nanti.
Sebaliknya,
ia berjanji tak akan ada mobilisasi massa apabila tak ada kecurangan.
"Kalau
benar dia enggak curang kan enggak boleh marah juga dong. Tolong dipahami ada
kata jika. Andaikata jelas ada kecurangan maka wajib people power. Tidak ada
urusannya dengan izin," pungkasnya. [cnnindonesia.com]
0 Response to "Tak Terima Prabowo Kalah, Eggi Sudjana Tegaskan Akan Lakukan People Power Tanpa Izin Dari Polri"
Post a Comment