Metro TV Dituding 'Akali' Quick Count Prabowo, Ini Klarifikasi Presenter

Sejumlah
warganet pendukung calon presiden dengan nomor urut 2 Prabowo Subianto dan
Sandiaga Uno menuding stasiun televisi berita Metro TV merekayasa atau
'mengakali' proses hitung cepat alias quick count Pemilihan Presiden 2019.
Namun,
salah seorang presenter dan jurnalis Metro TV Maria Lizia membantahnya. Melalui
fitur Instastory akun jejaring sosial Instagram miliknya, @marializia, dia
mengatakan bahwa itu kesalahan teknis dalam penayangan grafis data quick count.
"Banyak yang screen
capture, mempertanyakan dan menjadi viral. Klarifikasinya: terdapat kesalahan
teknis dalam penayangan grafis data hasil sementara penghitungan cepat Pilpres
2019 pada pukul 15.12 WIB," tulis Maria Lizia, Rabu
(17/4/2019) malam.
![Instastory Maria Lizia. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/original/2019/04/18/82775-instastory-maria-lizia.jpg)
![Instastory Maria Lizia. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/original/2019/04/18/82775-instastory-maria-lizia.jpg)
Menurut
Maria Lizia, dalam penayangan yang viral tersebut, ada perbedaan data grafis
dengan election ticker yang muncul di layar. Maria Lizia mengimbau agar lebih
yakin, warganet diminta untuk mengecek quick count di TV lain di detik yang
sama.
"Di tayangan tersebut terdapat
perbedaan data grafis dengan election ticker yang muncul di layar. Berikut kami
tampilkan data terakhir penghitungan suara yang benar. Agar lebih yakin, monggi
dicek quick count TV lain di detik yang sama/bisa buka langsung web lembaga
quick count tersebut," tulis Maria Lizia.
![Instastory Maria Lizia. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/original/2019/04/18/14607-instastory-maria-lizia.jpg)
![Instastory Maria Lizia. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/original/2019/04/18/14607-instastory-maria-lizia.jpg)
Di
Instastory berikutnya, Maria Lizia menampilkan klarifikasi dari Metro TV. Dia
juga memaparkan perbandingan antara tayangan yang benar dan salah. Dalam tayangan
yang salah, data dan logo tertukar gara-gara kesalahan teknis.
"Jadi kehebohan ini adalah
murni karena technical error. Salah masukin data, yang segera diperbaiki," tulis
Maria Lizia.
Sebelumnya,
sejumlah warganet pendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mengunggah video
yang memperlihatkan perubahan hasil quick count sementara dalam tayangan Metro
TV.
Salah
satu yang mengunggah video tersebut adalah politikus Partai Amanat Nasional
(PAN) Hanum Salsabiela Rais melalui akun jejaring sosial Twitter, @hanumrais.
Dalam cuitannya, Hanum Rais berkicau mengindikasikan adanya kecurangan atas
nama survei.
"Allah dengan kuasa-Nya
menunjukkan makar manusia yang mencurangi demokrasi Indonesia atas nama survei.
Silahkan tonton sendiri," cuit Hanum Rais. [Suara.com]
Allah dengan kuasaNya menunjukkan makar manusia yg mencurangi demokrasi Indonesia atas nama survey. Silahkan tonton sendiri. pic.twitter.com/xbufKuYEXx— Hanum Salsabiela Rais (@hanumrais) 17 April 2019
0 Response to "Metro TV Dituding 'Akali' Quick Count Prabowo, Ini Klarifikasi Presenter"
Post a Comment