Kritik Balik buat Fadli Zon soal Anggaran BMKG, Jleb Banget

JAKARTA
- Ketua DPP Partai Hanura Inas N Zubir mengkritik cibiran Wakil Ketua DPP
Partai Gerindra Fadli Zon tentang anggaran penanganan bencana alam. Ketua
Fraksi Hanura DPR itu mengatakan, berbicara politik anggaran berarti harus
melihat persoalan secara menyeluruh, termasuk kemamouan APBN.
"Sayangnya,
Fadli Zon menjadikan anggaran BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan
Geofidika, red) dan bencana di Indonesia hanya sebagai alat politik. Tujuannya
membuat opini bahwa anggaran BMKG dipotong oleh pemerintah setiap tahun,"
ujar Inas di Jakarta, Sabtu (5/1).
Influencer
di Tim Kampanye Nasional Joko Widodo - KH Ma’ruf Amin (TKN Jokowi -Ma’ruf) itu
lantas memaparkan besaran anggaran bagi BMKG yang terus bertambah setiap tahun.
Pada 2016, katanya, BMKG mengajukan anggaran Rp 2,3 triliun dalam rencana kerja
anggaran (RKA).
Namun,
yang disetujui DPR dan pemerintah hanya Rp 1,3 trilun. Demikian pula untuk 2017,
dari usulan Rp 2,56 triliun dalam RKA, anggaran untuk BMKG dalam APBN hanya
1,45 triliun.
Sedangkan
pada RKA 2018, BMKG dalam RKA mengajukan Rp 2,69 triliun. Namun, yang disetujui
DPR Rp 1,70 triliun.
"Dari
data yang ada sebenarnya sangat jelas nampak anggaran BMKG setiap tahun
naik," ucap Inas.
Karena
itu Inas menyayangkan Fadli Zon yang terkesan tidak memahami mekanisme
pembahasan RAPBN. Menurutnya, RKA masih sebatas rencana yang harus dibahas di
DPR dengan melibatkan menteri keuangan sebagai wakil pemerintah.
“Ketika
ada pengurangan, bisa saja itu dilakukan oleh DPR atau menteri keuangan untuk
disesuaikan dengan pendapatan negara," katanya.
Adapun
untuk 2019, BMKG mengusulkan RKA sebesar Rp 2,935 triliun. Namun, Komisi V DPR
yang menjadi mitra BMKG hanya menyetujui anggaran Rp 1,777 triliun.
"Pertanyaannya,
Fadli Zon ikut menandatangani APBN atau tidak? Kalau iya kenapa sekarang baru
protes? Justru yang terjadi adalah Fadli Zon meludah ke atas dan yang terkena
malahan mukanya sendiri," kata Inas.
Sebelumnya
Fadli Zon mengkritik besaran anggaran bagi penanganan bencana, termasuk bagi
BMKG. Politikus Gerindra itu mengatakan, pada 2017 kebutuhan anggaran BMKG
mencapai Rp 2,69 triliun, namun yang dialokasikan hanya Rp 1,70 triliun.
"Akibatnya,
BMKG mendapatkan kendala untuk merawat, memperbaiki, ataupun melakukan
pengadaan peralatan yang terkait dengan monitoring dan early warning system
kebencanaan. Sistem peringatan kebencanaan kita pun jadi lemah," kata
Fadli.
Sumber
: jpnn.com
0 Response to "Kritik Balik buat Fadli Zon soal Anggaran BMKG, Jleb Banget"
Post a Comment