Tim Prabowo: Tak Perlu Tes Baca Alquran, Kita Cari Pemimpin Majemuk

Ikatan
Dai Aceh mengusulkan tes membaca Alquran bagi capres dan cawapres. Menanggapi
usulan ini, anggota Direktorat Hukum dan Advokasi Badan Pemenangan Nasional
(BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean, mengaku tak perlu diadakannya tes uji
baca Alquran.
Menurutnya,
Indonesia sebagai bangsa yang terdiri dari berbagai agama dan suku membutuhkan
pemimpin yang majemuk, bukan yang pandai membaca Alquran.
"Untuk
bangsa ini yang besar, hal-hal itu (tes membaca Alquran) tidak perlu dilakukan
karena kita mencari pemimpin yang memimpin kemajemukan, yang dapat membawa
Indonesia sejahtera ekonominya, rakyatnya adil dan makmur," jelas
Ferdinand saat dihubungi kumparan, Sabtu (29/12) malam.
"Jadi
bukan mencari pemimpin yang bisa membaca Alquran, salat, atau apa ya. Tapi
mencari pemimpin yang bisa menjadikan bangsa berdaulat penuh," imbuh politikus Partai Demokrat itu.
Meski
demikian, Ferdinand menghargai usulan dari Ikatan Dai Aceh ini. Menurutnya,
Aceh memang memiliki keistimewaan dalam menjalankan roda pemerintahan dengan
syariat Islam. Namun, kata Ferdinand, hal ini tak perlu dilakukan di tingkat
nasional.
"Kami
memahami betul Aceh yang memiliki keistimewaannya bahkan bisa menjalankan
pemerintahannya secara syariat. Tetapi ini kan pemilihan presiden RI yang majemuk
sehingga kita tidak bisa melakukan uji-uji yang sifatnya seperti itu,"
ungkapnya.
Ferdinand
mengatakan, usulan tes membaca Alquran malah dapat menggiring kecemburuan
sosial bagi pemeluk agama lain. " Bahwa orang Hindu harus bisa baca Weda,
Budha harus bisa baca Tripitaka, Kristen harus bisa baca Alkitab. Ini kan jadi
tidak baik demokrasi kita," pungkasnya.
Ikatan
Dai Aceh menganggap perlu adanya tes membaca Alquran untuk mengakhiri polemik
politik identitas dan siapa calon yang pantas maju dan dipilih sesuai dengan
kriteria pemimpin Islam dalam Pilpres 2019.
“Mengingat
akhir-akhir ini kampanye saling menghujat atas kemampuan dasar beragama Islam
lebih mengemuka ketimbang menonjolkan kampanye programatik untuk menarik
pemilih,” kata Ketua Ikatan Dai Aceh, Tgk Marsyuddin Ishaq, dalam keterangannya
kepada kumparan Sabtu (29/12).
Tes
uji kemampuan baca Alquran itu rencananya bakal diselenggarakan di Masjid Raya
Baiturrahman Banda Aceh pada tanggal 15 Januari 2019 mendatang. Ikatan Dai Aceh
akan segera membentuk panitia pelaksana dan tim uji kemampuan baca Alquran yang
akan diisi oleh para ulama sepuh Aceh.
Sumber
: kumparan.com
0 Response to "Tim Prabowo: Tak Perlu Tes Baca Alquran, Kita Cari Pemimpin Majemuk"
Post a Comment