Prabowo : Anak Bangsa Menjadi Tukang Ojek Setelah Lulus Sekolah. Gerindra: Prabowo Tak Bermaksud Rendahkan Pekerjaan Ojek Online

Capres
nomor urut 02 Prabowo Subianto saat sambutan di acara Indonesia Economic Forum,
mengaku sedih dengan beredarnya meme yang menggambarkan masa depan anak bangsa
yang hanya menjadi tukang ojek setelah lulus sekolah. Pernyataan Prabowo itu
menurut timses Jokowi-Ma'ruf, Ruhut Sitompul, sama seperti merendahkan
pekerjaan driver ojek online.
Namun
Wasekjen Gerindra Andre Rosiade menepis komentar Ruhut tersebut. Andre
mengatakan, tidak ada maksud dari Prabowo untuk merendahkan profesi tersebut.
Prabowo, kata Andre, hanya ingin menyampaikan adanya masalah ketersediaan
lapangan pekerjaan saat ini. Sehingga banyak anak bangsa yang bahkan lulusan sarjana,
rela bekerja menjadi pengemudi ojek online.
"Bukan
Pak Prabowo bermaksud merendahkan pekerjaan ojek online, hanya menggambarkan
orang sudah sekolah tinggi-tinggi lapangan pekerjaan enggak ada. Akhirnya orang
untuk menyambung hidup menjadi ojek online," kata Andre saat dihubungi,
Kamis (22/11).
Menurut
Andre, tidak ada orang tua yang bercita-cita anaknya menjadi ojek online
setelah lulus kuliah. Namun karena kondisi ekonomi dimana lapangan pekerjaan
begitu sulit didapat, akhirnya mereka memilih menjadi pengemudi ojek
online.
"Gak
ada lapangan pekerjaan, sekolah tinggi-tinggi daripada nganggur. Apakah orang
tua bercita-cita anaknya, kuliah bayar mahal-mahal anaknya jadi tukang ojek?
kan enggak, itu maksudnya Pak Prabowo," jelasnya.
"Pesannya
berarti ada masalah soal ketersediaan lapangan pekerjaan. Tentu teman-teman
yang sudah berusaha sekolah rajin-rajin bahkan jadi sarjana tapi untuk
menyambung hidup akhirnya mereka menjadi ojek online," imbuhnya.
Terkait
komentar Ruhut yang menyebut pernyataan Prabowo sebagai bentuk politik
genderuwo, Andre tidak ambil pusing. Sebab menurutnya, sulitnya lapangan
pekerjaan memang sebuah fakta yang harus diterima.
"Genderuwo
gimana? apa yang ditakut-takuti dari Pak Prabowo? kan memang fakta. Inilah
orang kubu sebelah introspeksi negara lagi sulit lalu orang mengkritik disebut
genderuwo," ketusnya.
Ia
bahkan menganggap Ruhut asal berkomentar karena menganggap apa yang disampaikan
Prabowo sebagai politik genderuwo.
"Kalau
Ruhut enggak usah ditanggapin, yang jelas Prabowo mengkritik agar pemerintah
sadar lapangan pekerjaan itu harus dibangun. Ruhut ini contoh kader Pak Jokowi
yang bukan bicara program tapi bicara genderuwo, sontoloyo, gak bermutu,"
pungkasnya.
Sumber
: kumparan.com
0 Response to "Prabowo : Anak Bangsa Menjadi Tukang Ojek Setelah Lulus Sekolah. Gerindra: Prabowo Tak Bermaksud Rendahkan Pekerjaan Ojek Online"
Post a Comment