Diperiksa Polisi Saudi Gara-gara Bendera, HRS Seret Nama Ahok Yang Lagi Dipenjara. Ini Klarifikasi BIN

Pihak
Habib Rizieq Shihab menuding ada pihak intelijen yang atas kasus bendera yang
menimpanya di Arab Saudi. Bahkan Habib Rizieq Shihab mengatakan kalau ada upaya
balas dendam dalam kasusnya terkait Pilkada DKI Jakarta.
Dalam
videonya di Arab Saudi, Habib Rizieq Shihab mengatakan kalau kasusnya saat ini
masih dalam proses. Ia menjelaskan, Pemerintah Arab Saudi selama ini
memperlakukan dirinya dengan baik, dan tidak ada masalah.
"Ini
semua masalah datan bukan dari Pemerintah Saudi, dari negeri kita yang memberi
masukan-masukan dalam operasi intelijen yang ingin menghancurkan kita,"
ujarnya dalam video tersebut.
Habib
Rizieq Shihab menegaskan, kalau Pemerintah Arab Saudi kalang kabut mendengar
ada isu teroris tinggal di Arab Saudi. Untuk itu, Pemerintah Arab Saudi mencari
tahu kebenarannya kepada Habib Rizieq Shihab.
Isu
itu, kata dia, lagi-lagi datang dari Pemerintah Indonesia.
"Jadi
sekali lagi bukan pemerintah sini yang membuat kita susah, yang membuat kita
susah adalah rezm yang masih tidak puas yang ingin balas dendam politik kepada
saya, karena jagoannya kalah di Pilkada Jakarta, itu aja," jelasnya.
Mendengar
pernyataan tersebut, Juru Bicara Kepala BIN Wawan Purwanto membantah tudingan
dari Habib Rizieq Shihab tersebut. Ia bahkan menyarankan agar pihak Habib
Rizieq Shihab tidak menuding tanpa bukti.
"Memang
tidak ada operasi intelejen itu, kita tidak ingin gegabah seperti itu, makanya
harus kita klarifikasi dulu sebelum menyampaikan sesuatu, jangan ngomong kalau
nggak ada bukti," jelasnya dilansir TribunnewsBogor.com dalam tayangan
Prime News CNN di YouTube CNN Indonesia, Sabtu (10/11/2018).
"Kita
ingin mengingatkan semua pihak agar tidak mudah memberi statemen apalagi dengan
media sosial," tambahnya.
Jika
hal itu dilakukan, kata dia, isunya akan terus bergulir ke mana-mana yang
akhirnya orang menimbulkan spekulasi-spekulasi yang tidak siap.
"Dan
menimbulkan kegaduhan baru atau masalah hukum baru," tandasnya.
Ia
juga menjelaskan, meski FPI tak menyebut BIN, pihaknya tetap akan beraksi,
karena pihak FPI menyebut tim lapangan Pejaten.
"Tim
beraksi karena FPI menyebut tim lapangan Pejaten, makanya kita perlu
klarifikasi," ujarnya.
Wawan
Purwanto juga menegaskan kalau BIN tidak menganggap Habib Rizieq Shihab sebagai
musuh. Sementara itu, mengenai tudingan Habib Rizieq Shihab soal dendam
pilkada, Pengamat Intelijen memiliki pandangan lain.
Ia
mengatakan, kalau kasus Habib Rizieq Shihab di Arab Saudi itu merupakan operasi
sungguhan yang dilakukan oleh intelijen.
"Jika
BIN tidak tahu, maka ada intelijen liar yang berperan," katanya.
Ia
kemudian mengerucutkan, kalau pihak yang melakukan hal itu pada Habib Rizieq
Shihab adalan intelijen dari BIN atau kepolisian.
"Kalau
tentara saya ndak yakin," ujarnya.
Sebab,
kata dia, BIN seharusnya tahu, kerena memiliki deputi luar negeri yang
mengetahui semua potensi ancaman dari luar negeri.
"Kalau
BIN mengatakan tidak tahu, berarti yang melakukan ini intelijen luar
biasa," tandasnya.
Wawan
Purwanto kemudian menjawab, kalau BIN tidak pernah memerintahkan hal tersebut. Ia
juga menegaskan, hal itu tidak ada hubungannya dengan kekalahan di Pilkada DKI
Jakarta.
Sebab,
kata dia, menang kalah dalam pemilu itu adalah hal yang biasa. Sebab, kata dia,
menang kalah dalam pemilu itu adalah hal yang biasa.(tribunnews.com)
Sumber
: Beritaterheboh.com
0 Response to "Diperiksa Polisi Saudi Gara-gara Bendera, HRS Seret Nama Ahok Yang Lagi Dipenjara. Ini Klarifikasi BIN"
Post a Comment