PA 212: Aparat Kurang Manusiawi Persekusi Neno Warisman

Jakarta,
Berita Pojok -- Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif mengecam
tindakan aparat keamanan yang menghalangi ustazah Neno Warisman untuk hadir di
acara deklarasi #2019GantiPresiden di Pekanbaru, Riau, Sabtu (25/8).
Menurutnya, sikap tersebut bertentangan prinsip kebebasan berpendapat di
Indonesia.
"PA
212 mengecam tindakan persekusi aparat keamanan terhadap Bunda Neno Warisman di
Bandara Riau yang mencederai demokrasi dan kurang manusiawi," tutur Slamet
melalui siaran pers, Senin (27/8).
Slamet
menegaskan bahwa deklarasi #2019GantiPresiden tidak bertentangan dengan UUD
1945. Justru hal tersebut merupakan hak warga negara yang dijamin untuk bebas
menyatakan pendapat.
Slamet
meminta aparat keamanan agar setop melakukan persekusi. Menurutnya, aparat
adalah wasit di era demokrasi. Slamet lantas mewanti-wanti bilamana aparat
tetap menghalangi masyarakat yang ingin deklarasi #2019GantiPresiden.
"Jika
wasit ikut bermain di lapangan jangan salahkan penonton masuk ke dalam
lapangan," ucap Slamet.
Slamet
meminta aparat keamanan agar melindungi, bukan malah bersikap kasar terhadap
masyarakat. Dia juga meminta aparat agar tidak mempersekusi, tetapi menyayangi.
"Rengku
jangan dipukul. Melebur jangan digusur, Umat akan melihatmu berbudi luhur,"
tutur Slamet.
Neno
Warisman berencana menghadiri deklarasi #2019GantiPresiden di Pekanbaru, Riau,
pada Minggu (26/8). Dia tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru sehari
sebelumnya, yakni Sabtu (25/8) pada pukul 15.00 WIB. Namun, Neno tidak bisa
keluar dari bandara meski sudah berada di dalam mobil.
Dia
diadang ratusan orang yang melakukan aksi menolak kedatangan Neno di sekitar
Bandara. Massa tersebut membentangkan spanduk bertuliskan tolak deklarasi ganti
presiden pada ruas jalan pintu keluar bandara. Aparat kepolisian dan TNI juga
menutup akses massa dengan pagar untuk masuk bandara.
Setelah
berjam-jam tertahan di dalam mobil, Neno akhirnya keluar dari mobil pada pukul
22.00 WIB. Dia lalu dipindahkan ke mobil operasional bandara.
"Saya
dipaksa pulang naik pesawat. O, begitu mau dipaksa pulang. Ternyata mau dibawa
ke sini," ujar Neno dalam video yang disebarkan Wakil Ketua Umum Gerindra,
Fadli Zon, lewat akun Twitter-nya pada pukul 22.45 WIB, Sabtu (25/8).
Sumber
: CNN Indonesia
0 Response to "PA 212: Aparat Kurang Manusiawi Persekusi Neno Warisman"
Post a Comment