SBY dan Prabowo Prihatin atas Kondisi Negara Era Jokowi Saat Ini

Jakarta,
Berita Pojok -- Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua
Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto membahas pelbagai persoalan hukum serta
ekonomi di era pemerintahan Joko Widodo.
Usai
bertemu secara tertutup selama lebih dari satu jam, SBY dan Prabowo menyoroti
sejumlah masalah yang dihadapi masyarakat selama ini.
Sejumlah
isu nasional yang dibahas SBY dan Prabowo antara lain soal ekonomi dan kesejahteraan
rakyat.
Sorotan
SBY meliputi pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja, program pengurangan
kemiskinan, termasuk melemahnya nilai rupiah beberapa pekan terakhir.
"Pertumbuhan
ekonomi, lapangan kerja dan pembangunan manusia dan infrastruktur," kata
SBY dalam pernyataannya, Selasa (24/7).
Selain
itu SBY juga menyinggung kondisi fiskal, investasi, dan dunia usaha yang
menurutnya belum bergerak penuh.
Perekonomian
Indonesia dalam beberapa pekan terakhir memang mendapat sorotan, terutama
dipicu melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika.
Pada
akhir perdagangan pasar spot hari ini, rupiah ditutup di posisi Rp14.545 per
dolar Amerika (AS) atau melemah 0,43 persen dari penutupan kemarin, Senin
(23/7).
Sebelumnya,
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyatakan pemerintah masih memiliki
tugas besar, meski angka kemiskinan saat ini mampu ditekan di bawah 10 persen.
Pasalnya, hingga kini masih banyak masyarakat yang rentan jatuh miskin kembali.
Data
Bappenas, sampai dengan tahun 2017 kemarin menunjukkan masih ada sekitar 69
juta masyarakat yang masuk dalam kelompok rentan miskin.
Pada
bulan ini, BPS menyatakan tingkat kemiskinan pertama kalinya menyentuh tingkat
terendah di posisi 9,82 persen pada Maret 2018. Walhasil, jumlah orang miskin
di negeri ini 'tinggal' 25,95 juta.
Hukum dan Keadilan
Di
sisi lain, SBY juga menyinggung soal hukum dan keadilan. Dia menyinggung soal
penegakan hukum dan korupsi yang dilakukan secara adil dan bebas dari
intervensi.
Dia
juga menegaskan pembahasan keduanya soal dukungan untuk menertibkan hoaks. Tak hanya
itu, SBY juga menyampaikan soal menjaga persatuan dan antiradikalisme.
"Kami
sepakat tidak boleh membiarkan ekstremisme dan radikalisme terjadi di negeri
ini," kata SBY.
Diketahui,
kritik mengenai kondisi ekonomi dilontarkan sejumlah pihak kepada pemerintahan
Jokowi. Sejumlah masalah di antaranya adalah soal beban APBN, pajak hingga
kemiskinan.
Sedangkan
soal politik, pemerintahan Jokowi dianggap Islamofobia karena terkait dengan
kasus kriminalisasi ulama.
Semrawut BUMN
Prabowo
sementara itu memuji prestasi SBY selama menjabat dua periode sebagai presiden
RI, terutama dalam hal ketegasan SBY dalam mengelola Badan Usaha Milik Negara.
Salah
satu yang dipuji Prabowo, adalah soal ketegasan SBY terkait pengelolaan Badan
Usaha Milik Negara (BUMN).
"Pak
SBY punya pengalaman sepuluh tahun memimpin Republik kita. Yang jelas selama
beliau memimpin, BUMN dalam keadaan baik," kata Prabowo.
Prabowo
mengaku risau dengan cara pemerintah saat ini dalam mengelola BUMN. Menurut
Prabowo BUMN adalah benteng terakhr ekonomi Republik Indonesia.
"Jadi
kalau BUMN terancam negara terancam," tegas Prabowo
Prabowo
merasa telah mendapat chemistry yang baik saat bertemu SBY dan segenap pengurus
inti Demokrat dan Gerindra. Menurut Prabowo, semua tokoh bangsa harus bersatu
dalam menghadapi kondisi negara yang sulit.
"Saya
kira dalam keadaan negara susah, semua tokoh bangsa harus bersatu,"
pungkas Prabowo.
Masalah
pengelolaan BUMN di era Jokowi sudah menjadi sorotan parlemen. Wakil Ketua DPR
Fadli Zon menilai utang BUMN yang melonjak hingga Rp1.300 triliun dalam empat
tahun terakhir merupakan gejala krisis utang yang serius dan kondisi yang
berbahaya bagi keuangan negara
Sebagai
gambaran, jelasnya, total utang BUMN saat ini mencapai Rp4.825 triliun atau
naik Rp1.337 triliun dibandingkan catatan utang pada 2014 yang sebesar Rp3.488
triliun. Kalau diperhatikan, lanjutnya, lonjakan utang sektor publik sejak 2014
disebabkan lonjakan utang BUMN.
Sumber
: CNN Indonesia
0 Response to "SBY dan Prabowo Prihatin atas Kondisi Negara Era Jokowi Saat Ini"
Post a Comment