Sasar Warga Miskin tapi Sewa Rusun KS Tubun Rp 1,7 Juta Sebulan

JAKARTA,
Berita Pojok - Harga sewa Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) KS Tubun di
Palmerah, Jakarta Barat, lebih tinggi dari rusunawa lainnya yang dibangun Dinas
Perumahan dan Permukiman DKI Jakarta. Alasannya, Rusunawa KS Tubun berada di
kawasan Transit Oriented Development (TOD), dekat dengan pusat perniagaan dan
transportasi umum Tanah Abang.
Tingginya
harga sewa di Rusunawa KS Tubun diakui Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman
DKI Jakarta Agustino Darmawan.
"Peruntukkannya
yang jelas masih sama, untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Cuma
ukurannya lebih besar sedikit dan harga sewanya per bulan juga lebih besar,
kalau enggak salah Rp 1,7 juta per bulan," kata Agustino, Senin
(12/3/2018).
Agustino
mengatakan, harga sewa akan mendapat subsidi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov)
DKI Jakarta sehingga bisa dipastikan tidak memberatkan MBR yang menempati
unit-unit di rusunawa tersebut. Harga sewa sebesar Rp 1,7 juta per bulan itu
juga, kata Agustino, belum ditetapkan secara pasti dan dimungkinkan untuk bisa
lebih rendah lagi.
"Saat
ini kami sedang kaji lagi kalau memang mungkin bisa lebih rendah dari
itu," kata dia.
Ia
menjelaskan, selain karena lokasinya yang strategis, harga sewa Rusun KS Tubun
lebih besar karena tak hanya diperuntukkan bagi MBR dengan status relokasi,
melainkan juga untuk kalangan umum.
"Nah
untuk MBR ini kan ada yang dari umum dan ada warga relokasi. Kalau yang
relokasi ini kan biasanya murah tapi untuk yang umum ini kan kami pertimbangkan
lokasinya dan tetap harus disubsidi," ujarnya.
Rusunawa
KS Tubun berada di Jalan Raya Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat dan
merupakan rusunawa terakhir yang dibangun pada masa kepemimpinan Basuki Tjahaja
Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.
Rusunawa
dengan bangunan tiga menara itu rampung dibangun April 2017 dan masing-masing
menara terdiri atas 16 lantai dengan total 524 unit hunian tipe 36.
Sumber
: KOMPAS.com
0 Response to "Sasar Warga Miskin tapi Sewa Rusun KS Tubun Rp 1,7 Juta Sebulan"
Post a Comment