Ribetnya sistem pengaduan di DKI saat ini, warga 'dilempar-lempar' tanpa ada solusi
Berita
Pojok - Sistem pengaduan warga di lingkungan Pemprov DKI kini menerapkan posko
di tiap kelurahan. Warga disarankan tidak langsung datang ke Balai Kota untuk
mengadu langsung pada Gubernur Anies Baswedan.
Yowi
(55) warga Kayu Putih, Jakarta Timur mengatakan bagaimana staf-staf bidang
pengaduan tidak pernah memberi solusi atas aduannya. Dia justru dilempar-lempar
ke bidang lain hingga lima kali.
Bersama
ratusan orang tua lain, Yosi sampai membuat grup WhatsApp yang berisi orang tua
yang salah menafsirkan pengumuman PPDB DKI 2018. Yosi menyebut banyak anak
gagal masuk sekolah negeri karena pengumuman yang sulit dimengerti serta
sosialisasi yang minim.
"Saya
ngadu ke sekolah dulu SMA 21, dari sana disuruh ke panitia PPDB langsung di
Posko, di sana disuruh nunggu sampai sore. Sudah nunggu dibilang disuruh balik
lagi besok paginya," kata Yosi di Balai Kota Jakarta, Rabu (4/7).
"Besoknya
disuruh menunggu atasan, akhirnya diminta panitia ke bagian pengaduan umum,
terus dilempar lagi ke pengaduan SMA, di sana nulis lagi di surat pengaduan
tapi akhirnya ibu panitia bilang tidak bisa. Akhirnya saya ke humas juga,
mereka bilang kita ke bagian IT yang input, terus balik lagi dan bilang enggak
bisa jawab apa-apa tapi kita tampung saja," tambahnya.
Dengan
nada suara meninggi, Yosi menceritakan sudah mengadu ke lima tempat dan mengisi
5 surat pengaduan, namun tidak ada solusi. "Saya sudah 5 kali nulis di
kertas pengaduan, apa lagi," katanya.
Hampir
putus asa, Yosi dan beberapa orang tua lain nekat mendatangi Balai Kota Jakarta
hari ini. Yosi ingin mengadu langsung pada Anies. Dia meminta sistem pra
pendaftaran PODB dibuka satu hari saja.
"Kita
warga DKI juga kan, dan ada pengaduan. Harapannya bisa ke Pak Gubernur langsung
dong. Ada aturan PPDB memang baik, tapi kita sebagai warga ya didengarkan kalau
bisa warganya ini," katanya.
Namun,
Yosi tidak diterima langsung oleh Gubernur DKI melainkan oleh staf pengaduan.
Staf pengaduan tidak memberikan solusi dan melemparkan ke staf lain dan meminta
Yosi mendatarkan anaknya ke sekolah swasta saja.
"Informasi
ini menyesatkan, karena kami dilempar-lempar dan tidak diluruskan. Mungkin Pak
gubernur tahu kita warganya mungkin kasian ya pak kalau lihat kita,"
tandasnya.
Sumber:
Merdeka.com / Liputan6.com

0 Response to "Ribetnya sistem pengaduan di DKI saat ini, warga 'dilempar-lempar' tanpa ada solusi"
Post a Comment