Ketua Komisi V DPR Ini Anggap Pembangunan Infrastruktur Hanya Pencitraan

JAKARTA, Berita Pojok - Pembagunan infrastruktur yang sedang dipercepat oleh pemerintah, dinilai belum banyak memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Menurut
Ketua Komisi V DPR Fary Djemy Francis, pembangunan infrastruktur justru hanya
menjadi ajang pencitraan bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menghadapi
kontestasi politik pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
"Kita
lihat semua target-target berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, itu
ujungnya kalau tidak harus diselesaikan 2018, 2019," kata Fary dalam
sebuah diskusi yang diselenggarakan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia di
Jakarta, Jumat (11/5/2018).
Pencitraan
tersebut, kata Fary, terlihat dari banyaknya pemberitaan tentang pembangunan
infrastruktur yang muncul di media massa, baik cetak maupun elektronik.
Padahal, bila dilihat dari anggaran yang dialokasikan, sebenarnya tidak terlalu
besar.
Fary
yang berasal dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) mewakili Dapil Nusa
Tenggara Timur II menjelaskan, pada 2015 lalu, anggaran pembangunan yang
diusulkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebesar Rp
114,8 triliun, sementara yang disetujui Rp 110,8 triliun.
Kemudian
pada 2016, anggaran yang disetujui senilai Rp 98,1 triliun dari usulan Rp 169,4
triliun.
Sementara
pada 2017 anggaran yang diberikan di bawah 50 persen dari usulan Rp 209
triliun, yakni hanya Rp 103,1 triliun yang disetujui.
Terakhir
pada tahun ini, dari kebutuhan Rp 221,3 triliun, anggaran yang disetujui untuk
Kementerian PUPR hanya Rp 106,2 triliun.
"Jadi
kalau dikatakan bahwa ini di media, di koran, banyak sekali pengeluaran
infrastruktur itu, pembangunannya yang banyak, atau beritanya yang
banyak?," tuntas Fary.
Sumber
: KOMPAS.com
0 Response to "Ketua Komisi V DPR Ini Anggap Pembangunan Infrastruktur Hanya Pencitraan"
Post a Comment