Habiburokhman Siap Pasang Badan Bela Gerakan ‘Indonesia Pasca Jokowi‘
JAKARTA,
Berita Pojok - Ketua Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACT),
Habiburokhman, mendukung gerakan 'Indonesia Pasca Jokowi (IPJ)' yang digagas
oleh sejumlah aktivis, dengan tujuan untuk mempersiapkan pemimpin pengganti
Presiden Joko Widodo (Jokowi), demi Indonesia yang lebih baik setelah Pilpres
2019.
Menurut
Habiburokhman, pihaknya juga akan 'pasang badan' memberikan pendampingan kepada
para penggagas gerakan tersebut, jika sewaktu-waktu ada pihak yang memprotes
atau mempermasalahkan mereka secara hukum.
Hal
itu disampaikan Habiburokhman saat menghadiri deklarasi gerakan 'Indonesia
Pasca Jokowi' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (28/5/2018) kemarin.
"Kita
dari Advokat Cinta Tanah Air, kami senantiasa siap sedia membantu kalau ada
rekan-rekan yang merasa dikriminalisasi atau menghadapi permasalahan secara
hukum, Kami siap membantu semata-mata demi kebaikan negeri ini," tegas
Habiburokhman.
Dukungan
dan pendampingan siap diberikan, karena menurut Ketua DPP Partai Gerindra ini,
gerakan Indonesian Pasca Jokowi adalah sebuah gerakan sah, legal, serta
demokratis.
"Saya
ingin katakan bahwa baik pro status quo maupun pro perubahan adalah gerakan
yang sama-sama legal, sah, dan demokratis. Mari kita sama-sama menghormati satu
sama lain," ujarnya.
"Saya
rasa kita sudah lama bereformasi dan berdemokrasi, jangan menunjukkan kedunguan
kita dengan melarang hal-hal yang legal, hal-hal yang demokratis, hal-hal yang
normal, dan hal-hal yang wajar," tegas Habiburokhman.
Sebelumnya,
aktivis Tionghoa Lieus Sungkharisma dan sejumlah aktivis lainnya, seperti Ustaz
Aminuddin, Zang Wei Jian, Samuel Lengkey, Gede Sirlana, Sugiyanto, H Daud
Poliradja, mendeklarasikan gerakan 'Indonesia Pasca Jokowi'.
Gerakan
ini didasari atas sikap mereka terhadap Pemerintahan Jokowi yang dinilai gagal
dan tidak memenuhi janji-janji kampanye saat Pilpres 2014 silam.
"Pemerintahan
gagal karena bukan hanya tak mampu merealisasikan janji-janji kampanyenya,
namun justru melanggarnya," kata Lieus selaku Koordinator IPJ, dalam
konferensi persnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (28/5/2018).
"Sehingga
sejak awal memimpin, kehidupan negara menjadi selalu gaduh, karena Presiden
Jokowi ingkar terhadap janji kampanye sendiri," tegasnya.
Adapun
sejumlah janji kampanye yang tidak ditepati Jokowi, diungkapkan Lieus, seperti
janji menyusun kabinet ramping, akan menjadikan pertumbuhan ekonomi 8 persen,
mencetak 10 juta lapangan kerja, dan menghentikan daging impor.
Selain
itu, lanjut Koordinator Koordinator Forum Aspirasi Indonesia ini, Jokowi juga
tidak mampu memenuhi janjinya untuk menjadikan kurs rupiah di bawah 10.000/dolar
AS. Pada bidang hukum, Lieus mengatakan, mantan Walikota Solo itu juga belum
menyelesaikan pelanggaran-pelanggaran HAM di masa lalu.
"Melihat
fenomena dan fakta-fakta ini membuat kami yakin, pada Pilpres 2019 Presiden
Jokowi kalah dan akan ada presiden baru. Hashtag 2019 ganti Presiden akan
menjadi kenyataan, apa lagi karena gerakan ini semakin hari makin membesar dan
diikuti jutaan rakyat di berbagai pelosok tanah air," pungkasnya.
Berdasarkan
hal tersebut, Lieus mengaku, bersama para aktivis yang peduli pada nasib bangsa
dan negara, mereka menginisiasi pembentukan gerakan IPJ, yang akan menjadi
sebuah wadah untuk menampung aspirasi masyarakat.
"Aspirasi
dari rakyat akan akan disusun menjadi sebuah konsep tentang bagaimana presiden
pengganti Jokowi mengelola negara ini ke depan, agar negara ini maju
sebagaimana yang dicita-citakan para pejuang kemerdekaan RI dan para the
founding fathers NKRI," ucap Lieus yang juga menjabat koordinator IPJ.
"Bukan
justru mengalami kemunduran Dahsyat yang membuat negara ini justru makin Kuat
dicengkeram atau dikuasai dikendalikan oleh pihak pihak asing," tutur
Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak) ini.
Sumber
: netralnews.com
0 Response to "Habiburokhman Siap Pasang Badan Bela Gerakan ‘Indonesia Pasca Jokowi‘"
Post a Comment