SELAMATKAN MASJID KITA. Miris !!! Masjid Kini Jadi Semacam Cabang Parpol dan Posko Kampanye

Berita
Pojok -- Spanduk politik itu mulai memasuki masjid. Dibentangkan di pagar depan
menyambat kedatangan jamaah. Di waktu lain, masyarakat diarahkan untuk sholat
subuh berjamaah.
Setelah
sholat, khutbah akan diperdengarkan. Isinya semacam kampanye sebelum waktunya.
Kalau gak nyinyir pada Jokowi, pasti teriak kopar-kapir. Ada juga masjid yang
menyediakan berhadiah blender dan kipas angin segala. Mirip undian lotere.
Umat
digiring ke masjid tapi masjidnya dipolitisisasi. Artinya umat dipaksa
menyetujui pilihan politik pengurus masjid. Semacam pemaksaan atas nama Tuhan.
Pengurus
masjid membiarkan mimbar-mimbarnya diisi hasutan. Diisi caci maki kepada lawan
politiknya. Umat yang ingin bermesra dengan Tuhannya, terpaksa mendengarkan
pekik politisi berjubah agama.
Dari
masjid-masjid rasa benci ditularkan. Dari masjid-masjid keresahan disebarkan.
Dari masjid-masjid kesombongan ditegakkan. Lalu dimanakah tempat i'tiqaf yang
syahdu, dimana manusia bisa bermesra-mesra dengan Tuhannya secara intim?
Jelas,
beberapa masjid kini jadi semacam cabang Parpol dan posko kampanye. UU boleh
saja melarang kampanye di rumah ibadah. Tapi tidak ada yang melarang masjid
dihiasi spanduk ujaran politik. Dan umat Islam adalah umat yang paling
menderita, ketika rumah dibadah yang mestinya terjaga dari kerusakan kini
berubah jadi posko politik.
Apakah
jemaah mesjid itu hanya terdiri dari satu afiliasi politik? Pasti tidak. Jemaah
bisa beragam pilihan politiknya. Ketika masjid jadi ajang agitasi politik, pada
saat bersamaan, para pengurus masjid itu telah 'mengusir' jemaah yang berbeda
pandangan politik pergi menjauh dari masjid.
Lalu
apa gunanya adzan dikumandangkan? Memanggil orang sholat di satu sisi, tapi
sisi yang lain 'mengusir' mereka yang berpeda pasangan politiknya. Apa gunanya
syiar mengajak memakmurkan masjid, jika ujungnya cuma diarahkan untuk
memakmurkan kepentingan partai politik.
Mesjid-mesjid
kita beresiko kehilangan kehangatan jika joroknya intrik politik masuk ke sana.
Masjid-masjid kita akan kehilangan kesyahduan jika isi pengurusnya hanya para
broker kekuasaan. Baik sengaja maupun karena kebodohan.
Mesjid-mesjid
kita akan kehilangan rasa adem jika isi khotbah melulu soal kebencian. Orang
pulang dari masjid membawa hati yang mengeras. Bathinnya jadi kosong, hanya
dahinya yang gosong.
Spanduk
politik yang disebar di masjid itu, sesungguhkan adalah kudeta terhadap rumah
Allah. Allah yang maha rahman, bermaksud menyambut siapa saja umatnya untuk
bersimpuh di rumahnya. Orang datang mencari rasa adem. Mereka ingin menjauh
dari kesuntukan hidup untuk sesaat.
Tapi
apa yang didapat? Justru masjid makin ruwet. Tidak ubahnya seperti body bajaj
yang ditempeli brosur politik. Mereka mengubah tempat bersujud menjadi tempat
menyebar hasud.
Sudah
saatnya kita bebaskan masjid-masjid kita dari joroknya pertarungan politik.
Kembalikan rumah Allah kepada pemiliknya, dimana semua orang merasa diterima
kehadirannya. Apapun pilihan politiknya. Siapapun pilihan Presidennya.
Mengembalikan
masjid jadi tempat bersujud adalah PR besar umat Islam saat ini. Biarkan
politisi bertarung di lapangannya. Jangan kita jadikan masjid jadi ring tinju
pertarungan politik.
Menolak
politisasi masjid, adalah langkah konkrit menyelamatkan masjid kita.
Sumber
: ekokuntadhi.com
0 Response to "SELAMATKAN MASJID KITA. Miris !!! Masjid Kini Jadi Semacam Cabang Parpol dan Posko Kampanye"
Post a Comment