Kemen-PUPR siapkan "Plan B" tol Semarang-Solo

Semarang,
Berita Pojok - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki
Hadimuljono menyatakan telah menyiapkan "Plan B" untuk menyiasati
Jembatan Kali Kenteng pada jalur tol Semarang-Solo.
"Tadi
yang saya bilang titik kritis. Namun, progresnya sudah bagus. Terakhir, kami ke
sini 1,5 bulan lalu belum kelihatan," katanya, saat meninjau jalur Tol
Semarang-Solo, Sabtu malam.
Jembatan
Kali Kenteng berada di ruas jalur Salatiga-Kartasura yang menjadi bagian dari
jalur Tol Semarang-Solo yang dipersiapkan untuk melayani pemudik pada Lebaran
tahun ini.
Turut
mendampingi, antara lain Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi
Murwanto, Direktur Lalu Lintas Polda Jateng Kombes Bakharuddin, dan Direktur
Operasional 2 PT Waskita Karya Bambang Rianto.
Basuki
menegaskan "Plan A" tetap pada rencana semula, dengan merampungkan
pengerjaan Jembatan Kali Kenteng secara maksimal dan tetap mengutamakan
keselamatan kerja serta konstruksi.
"`Plan
A`, kami upayakan tetap kerjakan `full speed`. Tetapi, `safety first`. Yang
pertama, tetap keselamatan. Dengan kejadian kemarin, kami akan lebih
berhati-hati," katanya lagi.
Dalam
setahun pengerjaan proyek tersebut, kata dia, progresnya sudah sangat
signifikan, apalagi dengan adanya pembebasan lahan yang semakin memperlancar
pengerjaan proyek.
Namun,
kata dia, tetap disiapkan "Plan B" dengan membuat jalur di bawah
Jembatan Kali Kenteng tersebut yang bisa dilalui nyaman oleh pemudik pada arus
mudik dan balik Lebaran 2018.
"Sekali
lagi, kami pakai `Plan B` ini bukan jalan darurat. Jalannya sudah konkret
dengan lebar tujuh meter. Nanti, lewat di bawahnya ini (jembatan, Red).
Besi-besi perancah juga dibersihkan," katanya pula.
Apalagi,
kata dia, di lokasi tersebut terdapat pula air terjun yang bisa dimanfaatkan
oleh pemudik yang melintasi jalur Tol Semarang-Solo untuk beristirahat dengan
nyaman.
Sedangkan
persiapan "Plan B", kata dia, dilakukan pula pembebasan lahan sekitar
3.000 meter persegi untuk membuat jalan sepanjang 500 meter dengan lebar
sekitar tujuh meter.
"Nanti,
(jalan, Red) bukan terus dibongkar. Sesuai permintaan masyarakat, ini akan jadi
jalan masyarakat. Selain ada jembatan di atas, jalan ini bisa dimanfaatkan.
Konstruksinya permanen," katanya pula.
Kebutuhan
anggaran untuk penyiapan "Plan B" di ruas Tol Salatiga-Kartasura
tersebut, kata dia, sebesar Rp1,5 miliar.
"`Plan
A` tetap kami upayakan. Akhir Mei 2018, mungkin sudah bisa dioperasikan
`launcher`-nya. Tetapi, tinggal dua minggu dari mudik. Orang sudah mulai mudik.
Makanya, `Plan B` kami siapkan," kata Basuki pula.
Sumber
: ANTARA News
0 Response to "Kemen-PUPR siapkan "Plan B" tol Semarang-Solo"
Post a Comment