.ignielMiddleAds {display:block; margin:10px 0px; padding:0px;}

Tanggapi Polemik Amien Rais dan Luhut, SBY: Hendaknya Amien Lebih Bijak Sehingga Tidak Menimbulkan Kegaduhan


Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono
JAKARTA, Berita Pojok - Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angkat suara tentang polemik yang terjadi antara mantan Ketua MPR, Amien Rais, dengan Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan (LBP).
Dia meminta persoalan ini diselesaikan dengan cara damai.
"Kedua-duanya ini adalah sahabat saya. Saya berharap masalah ini bisa diselesaikan dengan baik. Kritik kepada pemerintah boleh saja, asal tidak fitnah. Pemerintah juga jangan cepat marah kalau ada kritik dari rakyatnya," kata SBY kepada wartawan dalam jumpa pers Tour de Jawa Barat Partai Demokrat di Purwakarta pada hari Rabu (21/3).
SBY berharap Amien Rais lebih berhati-hati dalam menyampaikan kritik. Menurut SBY, pemerintah tidak boleh anti terhadap kritik.

Apalagi jika kritikan itu disampaikan dengan baik dan didukung data yang konkret.
"Itu tak boleh dihalang-halangi. Hak rakyat untuk mengkritik pemerintahnya jika dianggap belum menjalankan tugas dengan benar. Pemerintah tak boleh alergi dengan hal ini," terangnya.
SBY mengaku, selama 10 tahun menjabat Presiden RI, ia sering mendapat kritikan yang jauh lebih keras. Namun, ia meletakkan jabatan tepat pada waktunya.
"Namun, entah kenapa yang dulu keras mengkritik saya itu malah sekarang lebih banyak diam," pungkas SBY.
Lanjut SBY, sebagai tokoh senior bangsa, hendaknya Amien Rais lebih bijak sehingga tidak menimbulkan kegaduhan.
Di sisi lain, SBY juga berharap pemerintah mengurangi penyampaian statement publik yang bernada ancaman.
"Pemerintah tak perlu arogan dalam menanggapi kritik. Negeri ini dibangun bukan untuk menjadi negara kekuasaan. Karena itu, kedaulatan berada di tangan rakyat. Tapi rakyat juga tak boleh absolut," jelasnya.

Sumber : JITUNEWS.COM

0 Response to "Tanggapi Polemik Amien Rais dan Luhut, SBY: Hendaknya Amien Lebih Bijak Sehingga Tidak Menimbulkan Kegaduhan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel