PKL Melawai Berdagang di Trotoar, Sandiaga Salahkan Pemprov DKI

JAKARTA,
Berita Pojok - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno tidak mau mmenyalahkan
para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di trotoar Jalan Sunan Ampel dan
Jalan Aditiawarman, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sandiaga justru
menyalahkan pihaknya sendiri, yakni Pemprov DKI Jakarta, dan pemilik gedung di
sekitar lokasi itu.
"Jadi
permasalahannya itu adalah ketidakmampuan kita, Pemprov, untuk mewajibkan
gedung-gedung tersebut menghadirkan lokasi untuk pedagang kecil. Itu
permasalahannya. Kita buka-bukaan aja. Bukan salahnya PKL. Salahnya Pemprov,
salahnya pemilik gedung," kata Sandiaga di Jakarta Timur, Sabtu
(3/3/2018).
Sandiaga
mengatakan, kemunculan PKL didorong kebutuhan warga sekitar. Ia berencana
memanggil pemilik gedung di sekitar Melawai, termasuk kantor lamanya di
Recapital.
Dari
pendataan sementara, Gedung PLN di Melawai tidak mampu menampung PKL yang ada.
"Gedung
PLN kemarin kami sudah dapat datanya. Hanya punya 300 kursi. Sementara yang
bekerja di sana 2000. Dan pengunjungnya mungkin 5000. Jadi 7000. Kalau hanya
300 kursi tidak cukup. Dan tempat berjualannya selama ini kosong, karena
harganya tidak bersaing. Sementara kalau berjualan di luar, bersaing,"
katanya.
Sandiaga
berjanji akan memberi solusi yang adil bagi para PKL yang sudah belasan tahun
berjualan di sana. Ia akan menata dan memberikan tempat yang layak.
Masalah
PKL di Melawai mencuat ketika mereka pasang spanduk OK OCE meski mereka bukan
anggota OK OCE.
Sandiaga
lalu menyatakan akan menggunakan hak diskresinya untuk tidak menggusur mereka
dari trotoar. Namun dia kemudian membatalkan diskresi itu setelah ditantang
untuk memberikan diskresi yang sama bagi PKL berjualan di depan Istana
Presiden.
Sumber : kompas.com
0 Response to "PKL Melawai Berdagang di Trotoar, Sandiaga Salahkan Pemprov DKI"
Post a Comment