Fadli Zon Sindir Sri Mulyani 'Berpangku Tangan' soal Rupiah

Jakarta,
Berita Pojok -- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon menyindir
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati lantaran dianggap tak bisa menjaga nilai
tukar atau kurs rupiah yang tertekan dari dolar Amerika Serikat (AS) dalam
beberapa waktu terakhir.
Menurut
Fadli, pemerintah hanya diam saja kala rupiah terpuruk hingga ke kisaran
Rp13.700 per dolar AS pada pekan lalu. Padahal, pemerintah seharusnya turut
melakukan langkah-langkah untuk menstabilkan kurs rupiah.
"Saya
kira ini harus diatasi oleh pemerintah karena membahayakan bagi ekonomi. Suruh
mereka mikir, kan Menteri Keuangan terbaik sedunia. Coba suruh memikirkan
rupiah yang melemah ini," ucap Fadli di Gedung DPR/MPR, Senin (5/3).
Lebih
lanjut, ia menilai, pemerintah justru hanya mengandalkan Bank Indonesia (BI)
untuk menstabilkan rupiah dengan intervensi melalui cadangan devisa (cadev).
Walhasil, stabilisasi rupiah tak maksimal hasilnya. Hal ini membuat rupiah
masih bertengger pada kisaran Rp13.762 per dolar AS pada akhir perdagangan hari
ini.
"Meski
ada kabar sudah ada intervensi dari Bank Indonesia, kami melihat bahwa rupiah
tetap melemah. Jadi harus ditanyakan kepada pemerintah, apa langkah-langkahnya?
Apakah cukup hanya dengan intervensi BI atau ada langkah lain?" tambahnya.
Selain
itu, Fadli juga menyayangkan pemerintah yang tak mampu menjaga kisaran rupiah
sesuai dengan yang telah dipatok dalam asumsi makro Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (APBN).
Ia
melihat, pelemahan rupiah akhir-akhir ini memang terjadi karena kebijakan
global, khususnya dari Amerika Serikat. Sentimen kebijakan Presiden AS Donald
Trump yang membuat dolar AS kembali ke Negeri Paman Sam, menurut dia,
menimbulkan dana keluar (capital outflow) bagi negara-negara lain.
Meski
begitu, ia berharap pemerintah diharapkan tetap bisa menjaga rupiah karena
dampak pelemahannya yang terus menerus ini berbahaya terhadap fundamental ekonomi.
"Ini
multiplayer effect-nya sangat membahayakan karena tentu saja meningkatkan utang
dan pembayaran yang lain dari dolar AS," pungkasnya.
Sebelumnya,
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution meyakini pelemahan
rupiah terhadap dolar AS tak perlu dikhawatirkan. Apalagi pelemahan rupiah
terjadi karena sentimen global, salah satunya dari rencana kenaikan suku bunga
acuan The Federal Reserve. Artinya, rupiah tak merana lantaran fundamental
ekonomi domestik.
"Jadi
situasinya normal-normal saja, kurs harusnya juga tidak bermasalah. Kalau suku
bunga acuan AS dinaikkan ya nanti ada riak-riak sedikit, tapi bukan gejolak
lah," kata Darmin akhir pekan lalu.
Bagus untuk Ekspor dan Investasi
Kepala
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong justru menilai.
pemelahan rupiah juga dapat berdampak positif pada perekonomian Indonesia,
terutama ekspor dan investasi.
"Dengan
rupiah lemah, barang produksi Indonesia jadi murah (ketika diekspor). Dengan
rupiah lemah, investasi ke Indonesia jadi murah. Jadi, asal masih dalam range
kisaran yang stabil saya kira tidak masalah," terang dia.
Sementara
BI mengklaim, telah melakukan intervensi sejak rupiah perlahan melemah ke
kisaran Rp13.700 per dolar AS dengan menggelontorkan cadev ke pasar, sehingga
diharapkan bisa mengangkat nilai tukar rupiah.
Pada
perdagangan hari ini, rupiah ditutup melemah lima poin atau 0,04 persen ke
level Rp13.762 per dolar AS. Adapun rupiah sempat bergerak dalam rentang
Rp13.737 hingga Rp13.784.
Sumber
: CNN Indonesia
0 Response to "Fadli Zon Sindir Sri Mulyani 'Berpangku Tangan' soal Rupiah"
Post a Comment