Dengan Siapa pun Prabowo Dipasangkan Elektabilitasnya Tetap 25 Persen. Sementara Jokowi terus naik.
Berita
Pojok - Publik tengah menanti-nanti kepastian dari Prabowo Subianto untuk maju
sebagai calon presiden. Hingga kini mantan Danjen Kopassus itu belum juga
mendeklarasikan diri untuk maju. Padahal waktu pendaftaran pasangan capres dan
calon wakil presiden (cawapres) tinggal lima bulan lagi.
Pengamat
politik Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti menilai, saat ini Prabowo tengah
menghadapi keraguan terhadap keputusannya maju atau tidak sebagai capres,
kendati mendapat dukungan penuh dari Partai Gerindra.
"Kalau
menurut saya, Prabowo dalam kebimbangan, antara akan tetap mencalonkan diri
atau menyerahkan ke kursi dukungan Gerindra ke orang lain," ungkap Ray
kepada JawaPos.com, Minggu (18/3).
Ray
menilai keraguan itu dipicu dengan elektabilitas mantan menantu Presiden Ke-2
Soeharto itu tidak kunjung naik. Tepatnya 25 persen. Sementara pesaingnya, Joko
Widodo (Jokowi) terus mengalami peningkatan. "Siapa pun yang dukung dia
(Prabowo), elektabilitasnya hanya 25 persen itu loh," imbuh Ray.
Sekalipun
Prabowo dipasangkan dengan Anies Baswedan, kata Ray, hal itu tidak akan
mendongkrak suaranya. Meskipun gubernur DKI Jakarta itu hingga kini
disebut-sebut sebagai figur yang memiliki elektabilitas tinggi di luar Prabowo
dan Jokowi.
Alasannya,
pemilih Prabowo dan Anies itu sama, sehingga kalau dua sosok itu disandingkan,
suara mereka tidak berdampak lebih baik.
Begitu
juga Prabowo jika disandingkan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Komandan
Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat. Prabowo diperkirakan hanya akan
mendapat suntikan dukungan dari partai bintang mercy tersebut.
"Kalau
AHY disandingkan dengan Prabowo, AHY nggak ada dukungannya. Paling dari
Demokrat aja, Demokrat suara sekitar 10 persen. Kalau dijumlah cuma sekitar 35
persen aja," kata Ray.
Dia
menyimpulkan, dengan siapa pun Prabowo disandingkan, elektabilitasnya belum
mumpuni untuk bersaing di Pilpres 2019.
Sementara
itu, jika skenario tidak maju di Pilpres 2019, maka suara dukungan dari Partai
Gerindra perlu diarahkan kepada sosok lain. Hal itu membuat Prabowo merasa
dalam keraguan. Sebab, hingga kini belum ada sosok lain yang bisa menandingi
elektabiltas dari Jokowi. "Kalau diserahkan ke orang lain, orang lain juga
elektabilitasnya nggak ada," pungkas Ray.
Sumber
: JawaPos.com
0 Response to "Dengan Siapa pun Prabowo Dipasangkan Elektabilitasnya Tetap 25 Persen. Sementara Jokowi terus naik."
Post a Comment