Alexis Belum Ditutup, Pengamat: Anies ‘Dua Muka‘ Diantara Aturan yang ‘Mandul‘
JAKARTA,
Berita Pojok - Hotel dan Griya Pijat Alexis tidak diperpanjang izin usahanya
pada Oktober 2017 lalu, namun sejumlah bisnis hiburan lain milik Alexis masih
beroperasi hingga sekarang, dan diduga tetap menyajikan praktek prostitusi.
Hal
ini kemudian membuat publik bertanya-tanya, benarkah Alexis sudah ditutup
sebagaimana yang digembar-gemborkan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta
Anies Baswedan-Sandiaga Uno pasca tidak
diperpanjangnya izin usaha Hotel dan Griya Pijat Alexis?
Disaat
ketidakpastian nasib Alexis, Anies menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub)
Nomor 18 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata, pada 12 Maret
2018.
Anies
mengklaim Pergub tersebut lebih punya 'gigi' dibanding aturan sebelumnya, dalam
memberikan sanksi bagi tempat hiburan yang ditemukan adanya praktek prostitusi,
narkoba, hingga perjudian.
Pergub
ini menuai kritik banyak pihak terutama soal pasal yang menyebutkan tempat
hiburan dapat ditindak dengan laporan warga ataupun hasil investigasi media.
Belum
reda polemik soal Pergub, publik kembali
disajikan dengan polemik baru, dimana beberapa hari lalu beredar di media,
surat berkop Satpol PP DKI perihal permintaan bantuan personel TNI/Polri untuk
melakukan penutupan Alexis yang dilakukan pada Kamis (22/3/2018).
Bocornya
surat itu sempat membuat Anies geram dan menuding anak buahnya tidak disiplin.
Ia juga menyebut tidak setuju dengan jumlah 325 aparat yang dikerahkan untuk
menutup Alexis seperti yang tertera di surat itu.
Alhasil,
polemik ini membuat Alexis rencana penutupan Alexis ditunda. Anies mengaku
memerintahkan jajarannya untuk menghentikan sementara proses penutupan Alexis.
Rumitnya
persoalan penutupan Alexis ini, mengundang komentar dari Pengamat kebijakan
publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah. Ia ibaratkan Anies
memiliki 'dua muka' sehingga sulit untuk mengambil keputusan tegas menutup
Alexis.
Yang
dimaksud Trubus dua muka, yakni disatu sisi Anies ingin memenuhi janji
kampanye, sementara disisi lain Anies diduga punya kepentingan dengan
pihak-pihak tempat hiburan. Dalam hal ini Trubus menyinggung foto Anies bersama
pengusaha tempat hiburan, termasuk Alexis yang sempat menjadi viral di media
sosial.
"Kalau
menurut saya pak gubernur kelihatan dua muka. Disatu sisi dia ingin memenuhi
kepentingan kampanye, disisi lain dia tidak punya keberanian, dia tidak punya
keberanian dan ketegasan untuk menjalankan itu karena mungkin terikat seperti
yang dilihat di foto itu yang ada pihak Alexisnya juga," kata Trubus
kepada NNC, Minggu (25/3/2018).
Trubus
menambahkan, sikap 'dua muka' ini menunjukkan jika Anies tidak konsisten baik
itu dari ucapan maupun penegakan aturan dalam Pergub yang dibuat. Karena
faktanya Alexis belum ditutup.
"Ini
persoalannya, dan akhirnya kebijakan Anies ini kebijakan mandul. Seolah-olah
Pergub ini dibuat ingin 'membunuh' tapi disatu sisi tidak menutup, karena
kemungkinan ada deal-dealan dengan pengusaha itu," ucap dia.
"Tidak
inkonsistensi. Karena pada kenyataannya Alexis masih beroperasi. Alexis ini kan
banyak usaha hiburan, dan faktanya belum ditutup. Ini buat publik
bertanya-tanya, ada agenda apa dibalik ini semua, apakah ada deal-dealan dengan
Alexis atau apa?" tegas Trubus.
Sumber
: netralnews.com
0 Response to "Alexis Belum Ditutup, Pengamat: Anies ‘Dua Muka‘ Diantara Aturan yang ‘Mandul‘"
Post a Comment