Jokowi: Semuanya Tolong Dicatat, Jangan Main-Main Dengan Dana Desa

Presiden
Joko Widodo mengingatkan semua pemangku kepentingan terkait penggunaan dana
desa. Presiden menegaskan mereka jangan main-main dengan program pembangunan
daerah berbasis desa tersebut.
''Semuanya
tolong dicatat, jangan main-main tentang penggunaan dana desa,'' kata Presiden Jokowi saat melakukan kunjungan
kerja di Trenggalek, Jawa Timur, Jumat.
Acara
yang digelar di alun-alun Kota Trenggalek itu dihadiri oleh ratusan kepala
desa, lurah, camat dan seluruh jajaran ASN se-Kabupatem Trenggalek. Jaringan
pendamping desa di wilayah tersebut dan perwakilan dari Tulungagung juga ikut
meramaikan acara tersebut.
Bersama
rombongan presiden, adn Sekertaris Kabinet Pramono Anung serta beberapa Menteri
Karbinet Kerja. Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi
(Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo; Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
(PUPR), Basuki Hadimuljono; Gubernur Jatim Soekarwo dan beberapa pejabat
lainnya hadir mengikuti kunjungan kerja Presiden Jokowi.
Jokowi
menyadari bahwa pemerintah tidak bisa sepenuhnya mengawasi penggunaan dana
desa. Namun, ada masyarakat yang akan selalu memantau penggunaan dana tersebut.
''Kendati
mata saya ini hanya ada dua, banyak 'intelligent' yang akan mengawasi
penggunaannya yaitu masyarakat,'' kata Jokowi. ''Sehingga jangan sampai ada
laporan yang tidak baik terkait penggunaannya, apalagi langsung kepada saya
ketika melakukan kunjungan kerja.''
Dalam
kesempatan itu, Jokowi menegaskan komitmen pemerintah untuk bertahap terus
menaikkan alokasi dana desa. Tren kenaikan ini setidaknya sudah terlihat sejak
2015 dimana awalnya total alokasi DD sebesar Rp 20,7 triliun. Nilainya naik
menjadi Rp 47 triliun pada 2016 dan Rp 60 triliun masing-masing pada 2017-2018.
Pada
2019 ini, rencananya pemerintah akan menaikkan alokasi DD menjadi sebesar Rp 70
triliun. Ada dana kelurahan sebesar Rp 3 triliun sehingga besarannya menjadi Rp
73 triliun.
''Dari
situ mulai 2015 hingga 2018 lalu, kami telah mengucurkan DD sebesar Rp 187
triliun untuk sekitar 74 ribu desa,'' katanya.
Dengan
besaran dana tersebut, pemerintah akan terus mengawasi dalam hal penggunaanya.
Hal itu dikhususkan dalam hal pembelian barang dan jasanya untuk keperluan
pembuatan infrastuktur jalan, irigasi, jembatan desa.
Jokowi
berharap peningkatan alokasi dana desa tersebut semakin efektif dalam
mengangkat taraf ekonomi masyarakat di level desa dan kelurahan. ''Tidak
apa-apa dalam empat tahun ini DD digunakan untuk pembangunan infrastuktur,
namun saya berharap di tahun kelima penggunaanya digeser untuk pemberdayaan
ekonomi masyarakat, hingga bisa menaikkan pendapatan desa,'' kata Jokowi.
[republika.co.id]
0 Response to "Jokowi: Semuanya Tolong Dicatat, Jangan Main-Main Dengan Dana Desa"
Post a Comment