Astaghfirullah, FPI Sebut Gempa Palu Karena Sugi Nur Jadi Tersangka

“Gus
Nur jadi tersangka, Palu langsung gempa!”
Begitu
teriakan Shobri Lubis, Ketua umum FPI, minggu kemarin. Yang dia maksud Gus Nur
adalah Sugik Nur Raharja, yang entah kapan menyandang gelar “Gus” karena
biasanya sapaan Gus itu di kalangan NU diperuntukkan sebagai panggilan
kehormatan untuk putra Kiai, sedangkan Sugik sama sekali bukan keturunan Kiai.
Sugik
Nur – yang dianggap ustaz oleh para pengikutnya meskipun tidak jelas pernah
nyantri di mana – memang sudah menjadi tersangka karena dilaporkan Banser NU
sebab dianggap menghina mereka. Keterangan ini pun dibenarkan Sugik sendiri
sambil ngomel-ngomel di depan kamera.
Entah
bagaimana penjelasan teknisnya sehingga penetapan si Sugik yang terkenal dengan
dakwahnya “matamu picek” itu, disambungkan dengan gempa dan tsunami di Palu
yang terjadi karena patahan aktif itu.
Mungkin
menurut versi FPI, Tuhan sayang pada Sugik Nur karena sering mengeluarkan
kalimat-kalimat suci seperti “dobol”, “jancuk”, “matamu” dalam dakwah-dakwahnya
sehingga harus mengeluarkan kemarahannya dengan menghadirkan gempa dan tsunami
di Palu yang menelan korban lebih dari 800 orang meninggal dunia.
Tuhan
dalam versi FPI ini memang kejam sekali, malah mungkin juga membenci Jokowi
karena status tersangkanya Sugik Nur terjadi pada masa Jokowi berkuasa. Tuhan
bagi mereka sangat bisa dinegosiasi saat Pilpres dan Pilkada berlangsung untuk
harus memilih yang sama dengan yang mereka pilih juga. Kalau tidak, itu pasti
bukan Tuhan.
Jadi
wajar saja ketika FPI terus berhalusinasi bahwa penyebab gempa dan tsunami di
Palu adalah karena Sugik Nur yang dulunya mantan agen MLM itu menjadi
tersangka. Apa sih yang gak mungkin bagi FPI? Semua mungkin, asal mau satu
barisan dengan mereka.
Kedangkalan
berpikir melalui doktrinan FPI ini jelas-jelas mendegradasi akal umatnya. Umat
yang “hooh hooh” saja karena dipikirnya yang ngomong ulama ini, adalah masalah
besar yang akan menjadi penyakit di Indonesia pada masa depan. Umat Islam sulit
cerdas ketika mereka selalu digiring ke masalah agama bahkan dalam
masalah-masalah teknis bencana seperti gempa di Palu ini.
Dan
banyak yang menikmati hal ini karena buat mereka, orang bodoh adalah bala
tentara yang bisa dimanfaatkan buat apa saja. Karena jika umatnya pintar, maka
mereka bisa keluar dari barisan.
Saya
jadi teringat perkataan Khalifah Ali bin abi Thalib ra, “Jika ingin menghancurkan
sebuah agama, maka giringlah orang-orang bodoh dalam membela agama tersebut.”
Seruput dulu, mata piceknya…
eh, kopinya.
Denny
Siregar
Sumber
: dennysiregar/Tagar.id/SI)
0 Response to "Astaghfirullah, FPI Sebut Gempa Palu Karena Sugi Nur Jadi Tersangka"
Post a Comment