Natalius Pigai: Jokowi Ke Daerah Hanya Wisata Pembangunan

Berita
Pojok -- Mantan komisioner Komnas HAM Natalius Pigai melontarkan sindiran
kepada Presiden Joko Widodo terkait kunjungannya ke Papua beberapa waktu yang
lalu. Ia mengatakan, gembar-gembor pembangunan infrastruktur di Papua yang
kerap digaungkan pemerintah jauh dari kenyataan di lapangan.
"Saya
katakan perjalanan presiden ke daerah itu lebih berorientasi wisata
pembangunan. Melihat lihat saja apa yang didengar oleh presiden. Tapi presiden
tidak tahu pembangunan konkret di lapangan," kata Pigai di Resto Raden
Bahari, Jakarta Selatan, Jumat (20/4).
Pigai
menerangkan, sejauh ini pemerintah baru merealisasikan 2 janji dari total 39
janji saat hendak mencalonkan presiden pada 2014, yaitu pembangunan ruas jalan
baru Wamena-Duga dan pembangunan pasar kecil, Pasar Mamak-mamak.
Dengan
demikian, apa yang sering disaksikan oleh masyarakat di luar Papua melalui
pemberitaan media itu tak sepenuhnya benar. Ia mencontohkan jalan di PT
Freeport Indonesia yang seringkali dianggap sebuah jalan tol yang dibangun
pemerintah.
"Saya
katakan bahwa presiden lebih banyak berwisata pembangunan. Karena apa, presiden
hanya mendengar dari para stafnya dan juga membaca dari media," imbuhnya.
Selain
itu, tingkat kemiskinan masyarakat Papua semakin bertambah. Belum lagi angka
kematian ibu dan bayi yang semakin mengkhawatirkan. Kasus riil yang paling
terbaru adalah kasus gizi buruk yang terjadi di Asmat, Papua.
"Beberapa
waktu lalu kita juga lihat hampir sekian puluh orang mati di Asmat demikian
pula pada saat yang sama ada lebih dari 40-an orang mati di Kabupaten Dogiai di
Papua," bebernya.
Karena
banyak janji pemerintah yang tidak ditepati, Pigai mengajak masyarakat untuk
mencabut mandat dari Presiden Jokowi.
"Janji-janjinya
tidak mampu ditepati oleh presiden maka rakyat Indonesia berhak mencabut
kedaulatannya. Kenapa, karena kedaululatan itu dimiliki oleh rakyat, kedaulatan
tersebut diberikan pada presiden pada saat pemilihan," tandasnya.
Sumber
: kumparan.com
Yang benar saja Pak Tje.
ReplyDelete