Soal Jokowi-PSI, Progres 98 Minta Ombudsan Buang Laporan ACTA ke Tempat Sampah
JAKARTA, Berita Pojok - Ketua Progres
98, Faizal Assegaf meminta Ombudsman Republik Indonesia (ORI) membuang laporan
Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) terkait pertemuan Partai Solidaritas Indonesia
(PSI) dan Presiden Joko Widodo ( Jokowi).
"Kalau ACTA ke Ombudsman, saya
sarankan ke teman-teman Ombudsman itu laporan mereka dibuang ke tempat sampah.
Laporan ACTA dibuang ke tempat sampah," kata Faizal kepada NNC, Senin
(5/3/2018).
Alasannya, menurut Faizal, masih banyak
persoalan bangsa yang jauh lebih penting dan membutuhkan perhatian semua pihak.
Sehingga sangat disayangkan jika lembaga sekaliber Ombudsman menanganinya
laporan-laporan yang tidak penting dari ACTA.
"Karena masih banyak
masalah-masalah krusial, masalah besar yang harus ditangani. Diantaranya adalah
bagaimana kita satukan potensi kita melawan kejahatan keuangan atau
korupsi," paparnya.
Diketahui, ACTA melaporkan pertemuan
PSI dan Presiden Jokowi di Istana Negara beberapa hari lalu ke Ombudsman, pada
Senin (5/3/2018) siang. ACTA menduga ada pelanggaran administrasi
(maladministrasi) dalam pertemuan tersebut.
"Bersama ini kami laporkan dugaan
maladministrasi berupa digunakannya Istana untuk pertemuan pemenangan Pilpres.
Dugaan maladministrasi tersebut terjadi pada hari Kamis 1 Maret 2018 mat‘ada
kunjungan pimpinan Partai Solidaritas lndonesia," kata Waketum ACTA Ali
Lubis di kantor Ombudsman, Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jaksel, Senin
(5/3/2018).
Sebelumnya, Ketua Umum PSI Grace
Natalie, Ketua II PSI Tsamara Amany, dan Sekjen PSI Raja Juli Antoni,
menyambangi Istana dan bertemu Presiden Jokowi pada Kamis (1/3/2018), untuk
membahas sejumlah isu termasuk Pilpres 2019.
Sumber : netralnews.com
Sdh takut sebelum bertanding krn melihat PSI bertandang
ReplyDelete