PAN tengah membangun posisi tawar kepada Jokowi dengan cara terus melontarkan kritik

Jakarta,
Berita Pojok -- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menilai Partai
Amanat Nasional (PAN) tengah membangun posisi tawar kepada Presiden Joko Widodo
dengan cara terus melontarkan kritik.
Hal
itu menanggapi pernyataan Anggota Dewan Pembina PAN Drajad Wibowo yang menyebut
rasio gini lahan tertinggi terjadi saat rezim Megawati Soekarnoputri-Hamzah Haz
(2001-2004).
"PAN
ini sedang dalam membangun posisi tawar dengan cara melakukan kritik,"
ujar Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno, kepada CNNIndonesia.com, Jumat
(30/3).
Ia
mengaku PDIP enggan merespon berlebihan soal sejumlah manuver PAN dalam
membangun posisi tawar tersebut. Ia khawatir respon berlebih nantinya akan
berdampak buruk pagi PDIP.
Terkait
penggunaan data presentasi Megawati Institute, Hendrawan menyesalkan Drajad
tidak menelaah terlebih dahulu data tersebut. Sebab, data yang digunakan dalam
materi presentasi itu masih temuan awal yang perlu ditindaklanjuti.
Dalam
diskusi yang diikuti sejumlah media massa atas data itu pada Desember 2017,
Hendrawan menyampaikan sempat terjadi perdebatan. Ia yang menjadi salah satu
sumber merasa data tersebut tidak valid.
Bahkan,
ia menyarankan pengukuran kepemilikan lahan tidak menggunakan rasio gini,
melainkan menggunakan rasio palma karena dianggap lebih komprehensif.
"Waktu
itu diperdebatkan. Kami mengusulkan bukan indeks gini, tapi Indeks Palma. Jadi
intinya itu masih barang mentah," ujarnya, yang juga merupakan anggota Tim
Ahli Megawati Institute.
Diketahui,
Indeks Palma (Palma Index) merupakan alternatif dari Rasio Gini dalam
perhitungan ketimpangan. Penghitungan indeks ini dilakukan dengan memfokuskan
pada penduduk kaya (10% penduduk kelompok atas) dan 40% penduduk kelompok
bawah. Sementara, penduduk kelompok menengah diabaikan.
Hendrawan
melanjutkan bahwa Direktur Eksekutif Megawati Institute Arif Budimanta juga
menyesalkan hal tersebut karena data awal itu dinilai sebagai data akhir oleh
PAN.
"Pak
Arif Budimanta juga sangat menyesal sekarang. Karena ternyata yang dia
maksudkan sebagai ongoing research seakan-akan dinilai sebagai hasil
akhir," ujar Hendrawan.
Atas
penjelasannya itu, Hendrawan mengaku PDIP tidak merasa tersudut. Hendrawan
justru tertawa mendengar Drajad menggunakan itu untuk membenarkan pernyataan
Amien Rais bahwa lahan di Indonesia saat ini dikuasai oleh kelompok tertentu.
Lebih
dari itu, ia meminta semua pihak untuk mengedepankan kaidah keilmuan yang benar
sebelum menyampaikan pernyataan atas sebuah data. Hal itu dianggap perlu agar
tidak menimbulkan kegaduhan.
"Tolong
kalau menggunakan data dilihat akurasi dan metodologi mengapa data itu datang.
Seorang peneliti yang baik, suatu pandangan atau pernyataannya yang objektif
itu harus pakai check and recheck," tandasnya.
Sumber
: CNN Indonesia
0 Response to "PAN tengah membangun posisi tawar kepada Jokowi dengan cara terus melontarkan kritik"
Post a Comment