.ignielMiddleAds {display:block; margin:10px 0px; padding:0px;}

Kadispendik: Siswa Pemukul Guru Sampai Tewas Itu, Tidak Akan Diluluskan USBN


MARTIR: Suasana pemakaman Ahmad Budi Cahyono di kampungnya di Sampang.
Berita Pojok - Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur Saiful Rachman mengaku prihatin dengan kasus meninggalnya guru kesenian SMA Torjun, Sampang Ahmad Budi Cahyono (24), karena dianiaya oleh muridnya sendiri berinisial MHI (18).
“Saya harap ini yang pertama dan terakhir. Ini sadis termasuk sadis. Murid menganiaya gurunya hingga meninggal dunia,” kata Saiful kepada awak media di kantornya Jalan Genteng Kali, Jumat (2/2).
Saiful mengatakan, kasus ini telah menjadi perhatian Menteri Pendidikan dan Diknas Pusat.  “Sejak menerima berita, kami terus mendampingi. Siang tadi (kemarin, red) kami juga sudah takziah ke rumah duka,” ungkap Saiful.

Saiful menegaskan, pihaknya akan menyerahkan kasus ini kepada polisi untu diusut secara tuntas. Meskipun demikian, lanjut Saiful, MHI masih berstatus siswa dan tidak akan dikeluarkan dari sekolah. “Dia juga masih punya hak untuk ikut UNBK dan USBN,” kata Saiful.
Namun demikian, meskipun nantinya nilai UNBK Holili tinggi, belum tentu dia bisa lulus sekolah. Sebab, yang menentukan kelulusan siswa bukanlah nilai UNBK yang tinggi. Tetapi nilai ujian sekolah USBN, dimana perilaku dan para dewan guru turut serta menentukan kelulusan sang siswa.
"Perlu digarisbawahi, UNBK tidak menjadi syarat mutlak kelulusan. Meskipun nilainya baik semua, tapi prilaku di bawah B, ya dia tidak lulus," tegas Saiful.
Gubernur Jatim Soekarwo juga memberikan perhatian khusus terhadap kasus ini. Orang nomor satu di pemprov Jatim tersebut meminta dunia pendidikan memperkuat spiritual.  "Sudah dicek ke sana. Sudah ada tim Saiful Rahman (Kepala Dispendik Jatim), bersama dari Jakarta dan polisi juga yang di sana. Saya juga telah telepon pak bupati (Sampang). Yang penting itu dicek spritual yang harus masuk (ke siswa)," ujar gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo tersebut.
Disebutkannya, dengan kejadian di Sampang, dunia pendidikan membutuhkan penguatan spiritual. Sebab ini bukan hanya masalah kriminalitas yang utama. Meskipun dirinya tak menampik bahwa dalam tipologi kriminal, prilaku keras dan membuat tersinggung juga masuk prinsip kriminal. Namun, dengan penguatan spritual tentunya bisa mencegah hal tersebut.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf prihatin dan menyayangkan peristiwa tersebut. Ia meminta polisi mengusut dan menindak tegas yang bersalah atas kasus itu. Dia pun meminta Dispendik mengevaluasi proses belajar-mengajar di sekolah tersebut, sehingga kejadian serupa tidak terulang.
"Tentu saya prihatin sekaligus sedih. Karena kejadian ini berlangsung di sekolah, tempat menuntut ilmu dan akhlak. Dispendik harus melakukan evaluasi. Untuk kasus hukumnya, biar pihak kepolisian mempelajari dan mengusut tuntas kasus itu,” kata Gus Ipul.

Sumber : jawapos.com

1 Response to "Kadispendik: Siswa Pemukul Guru Sampai Tewas Itu, Tidak Akan Diluluskan USBN"

  1. Baguslah syarat kenaikan kelas dan kelulusan apabila nilai sikap B keatas,dibawah B jelas tidak lulus. Siswa pemukulk almarhum pa Budi sampai tewas itu jelas biadab.Jadi Sikap spiritual dan sikap sosial 0,tidak pada level C-D-E pun.Berani memukul guru didalam kelas....

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel